BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

'Tidak Masuk Akal Tunggu Kapal Solar', Prabowo Kejar 100 GW PLTS dan Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun

Johan - Jumat, 14 Agustus 2026 17:36 WIB
'Tidak Masuk Akal Tunggu Kapal Solar', Prabowo Kejar 100 GW PLTS dan Hemat Rp73,9 Triliun per Tahun
Presiden Prabowo Subianto, saat menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan total kapasitas 100.000 megawatt (MW) atau 100 gigawatt (GW). Pemerintah juga akan mempercepat penghentian pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan menggantinya dengan pembangkit berbasis energi surya.

Rencana tersebut disampaikan Prabowo saat menyampaikan keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang (RUU) APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangan dan dokumen pendukungnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

"Kita telah mulai dan akan bangun 100.000 Mega Watt, atau 100 Giga Watt Energi Surya," kata Prabowo.

Baca Juga:

Prabowo mengatakan pemerintah akan mempercepat penutupan PLTD yang selama ini masih digunakan di sejumlah wilayah. Sebagai gantinya, pembangkit listrik tenaga surya akan dibangun untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat.

"Tahun ini, kita akan bangun 30 Giga Watt pembangkit listrik tenaga surya dan hentikan 13 Giga Watt pembangkit listrik tenaga diesel," ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, Indonesia memiliki potensi energi surya yang sangat besar karena mendapat paparan sinar matahari hampir sepanjang tahun. Potensi tersebut dinilai harus dimanfaatkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

"Kita mendapat anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, sinar matahari hampir sepanjang tahun. Tidak masuk akal jika pulau-pulau kita terus menunggu kapal pembawa BBM solar untuk memperoleh listrik," katanya.

Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pembangunan PLTS juga diarahkan untuk mendorong kemandirian energi di tingkat desa. Prabowo menyebut idealnya setiap desa memiliki pembangkit listrik tenaga surya dengan kapasitas 1 MW.

"Dengan PLTS kita juga bisa bangun kemandirian energi tingkat desa. Idealnya, setiap desa ada PLTS 1 Mega Watt," ujarnya.

Prabowo mengungkapkan pembangunan PLTS hingga mencapai kapasitas 100 GW diperkirakan dapat menghemat biaya produksi listrik hingga Rp73,9 triliun setiap tahun.

"Menko Perekonomian menghitung, dengan PLTS 100 Giga Watt, negara akan hemat setidaknya Rp73,9 triliun setiap tahun dari penurunan biaya pokok produksi listrik kita," kata Prabowo.

Presiden menegaskan potensi energi surya Indonesia tidak boleh dibiarkan terbuang. Menurutnya, pemanfaatan energi matahari harus diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Naik Motor Listrik Bisa Hemat hingga 50%, Prabowo Siapkan Insentif Besar untuk Produksi 1 Juta Unit
Atap Bocor hingga Sekolah Roboh, Prabowo Janjikan Program Renovasi Sekolah Terbesar dalam Sejarah RI
Prabowo: APBN Alat Perjuangan, Kemerdekaan Harus Terasa di Meja Makan hingga Ruang Kelas Rakyat
Di Tengah Perang dan Suku Bunga Global Tinggi, Prabowo Klaim Ekonomi RI Tetap Berdiri Tegak
Buka Masa Sidang I, Puan Maharani Klaim 28 RUU Rampung Jadi UU, 14 RUU Lain Segera Dibahas
Puan Maharani: RUU Perampasan Aset Belum Final, Masih Perlu Aspirasi Masyarakat agar Legitimasinya Kuat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru