Tembus 1,08 Juta Angkatan Kerja! Ini Trik Pemkab Deli Serdang Pangkas Pengangguran ke 7,69%
LUBUK PAKAM Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Deli Serdang tercatat sebesar 7,69 persen berdasarkan data Badan Pusat Statisti
EKONOMI
Beijing – Presiden Indonesia Prabowo Subianto mengadakan pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada Sabtu (9/11) waktu setempat, dalam rangkaian kunjungan perdana luar negeri setelah dilantik menjadi Presiden Indonesia pada Oktober 2024. Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan bilateral antara kedua negara yang telah lama menjadi mitra ekonomi utama di kawasan Asia.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Balai Besar Rakyat Beijing, Xi Jinping menyampaikan harapan China untuk membangun “babak baru” dalam hubungan dengan Indonesia. “Kami berharap dapat bekerja sama dengan Indonesia untuk menulis babak baru dalam kemandirian, solidaritas, dan kerja sama yang saling menguntungkan sebagai negara berkembang utama,” ujar Xi dalam pidato sambutannya di hadapan Prabowo.
Hubungan Indonesia dan China telah berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir, dengan kedua negara menikmati kemitraan strategis di berbagai bidang, mulai dari perdagangan, investasi, hingga infrastruktur. Meski demikian, kedua negara juga memiliki perbedaan pandangan, salah satunya terkait sengketa Laut China Selatan yang melibatkan klaim teritorial antara China dan beberapa negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Prabowo Subianto, dalam tanggapannya, menggarisbawahi komitmen Indonesia untuk terus memperkuat hubungan dengan China. “Saya ingin menegaskan kembali komitmen kami untuk bekerja sama demi keuntungan bersama bagi kedua bangsa, serta untuk kemakmuran, perdamaian, dan stabilitas di seluruh Asia,” ujar Prabowo. Pernyataan ini menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, Jakarta tetap ingin memperdalam hubungan strategis dengan Beijing di tengah dinamika geopolitik global.
Setelah kedatangan Prabowo di Beijing pada Jumat (8/11), Xi Jinping menyambutnya dengan upacara resmi di Balai Besar Rakyat Beijing. Penyambutan ini mencerminkan pentingnya hubungan bilateral kedua negara, serta harapan untuk memperluas kerja sama dalam berbagai sektor. Kunjungan ini juga menjadi simbol kekuatan diplomasi Indonesia yang aktif berperan dalam membangun hubungan dengan negara-negara besar dunia.
Selain pertemuan dengan Xi Jinping, Prabowo juga dijadwalkan untuk bertemu dengan Perdana Menteri China Li Qiang dan pejabat nomor tiga di China, Chao Leji, dalam kunjungan yang berlangsung hingga Minggu (10/11). Pertemuan-pertemuan ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan konkret yang dapat memperkuat sektor-sektor strategis, seperti perdagangan, infrastruktur, dan teknologi.
Setelah mengakhiri kunjungan di China, Prabowo akan melanjutkan perjalanan kenegaraannya ke Washington D.C., Amerika Serikat (AS), untuk memenuhi undangan Presiden AS Joe Biden. Dalam rangkaian lawatan ini, Prabowo juga akan mengunjungi Peru, Brasil, dan Inggris. Kunjungan ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk lebih aktif di panggung internasional, menjalin hubungan yang lebih erat dengan negara-negara besar, serta memperkuat peran Indonesia dalam memimpin perdamaian dan stabilitas di kawasan dan dunia.
Prabowo sebelumnya telah menegaskan bahwa meskipun Indonesia akan tetap memegang teguh kebijakan luar negeri yang bebas dan aktif, negara ini akan berusaha untuk memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam geopolitik global. Kunjungan pertama Prabowo sebagai Presiden ini menunjukkan bahwa Indonesia siap untuk menghadapi tantangan global dengan pendekatan yang lebih proaktif dan kerja sama yang saling menguntungkan.
Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Beijing menandai babak baru dalam hubungan Indonesia dan China. Kedua negara diharapkan dapat terus mempererat kerja sama mereka, mengatasi tantangan bersama, dan membangun fondasi yang lebih kuat untuk kemakmuran kawasan Asia. Dengan komitmen yang kuat untuk membangun hubungan bilateral yang lebih erat, Indonesia dan China memiliki potensi besar untuk mencapai kemajuan dalam berbagai sektor, baik ekonomi, diplomasi, maupun keamanan.
Kedua negara juga berjanji untuk terus berkolaborasi dalam menghadapi isu-isu global, termasuk perubahan iklim, perdagangan bebas, dan stabilitas kawasan. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan China berusaha menciptakan sebuah model hubungan internasional yang saling menguntungkan dan mendukung kemajuan bersama. (JOHANSIRAIT)
LUBUK PAKAM Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Deli Serdang tercatat sebesar 7,69 persen berdasarkan data Badan Pusat Statisti
EKONOMI
JAKARTA Penghasilan manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ditetapkan berkisar Rp6,3 juta hingga Rp8,3 juta per bulan. Pemerin
EKONOMI
JAKARTA Harga emas Antam kembali naik pada perdagangan Rabu (30/9/2026). Harga emas batangan Antam ukuran 1 gram kini mencapai Rp2.595.000,
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan Rabu (30/9/2026). Mengacu data Refinitiv,
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 22,788 poin atau 0,37 persen ke level 6.144,488 pada perdagangan Rabu (30/9/2026) pagi.
EKONOMI
BATU BARA Kondisi Jalan Merdeka, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, kembali menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga mengel
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung menetapkan Kolonel Budi Utomo (BU) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Ber
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H Zakiyuddin Harahap meninjau langsung renovasi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Pirngadi Medan, Sel
KESEHATAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau pengerjaan drainase sepanjang 385 meter di Jalan Makmur, Kelurahan Sei Agul, Kecama
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memprediksi MK kemungkinan hanya mengabulkan sebagian permohonan terkait syarat pe
POLITIK