Buruh Soroti Kebijakan WFH ASN: Efisiensi atau Ganggu Pelayanan Publik?
JAKARTA Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menanggapi wacana pemerintah mengenai penerapan kebijakan work
NASIONAL
JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Muhadjir Effendy, mengklarifikasi bahwa perbedaan dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri 1447 H bukan berarti adanya ketidaktaatan terhadap keputusan pemerintah.
Menurutnya, baik umat Islam yang merayakan Lebaran hari ini maupun besok, keduanya tetap taat kepada pemerintah.
"Jadi ini kan kita sudah biasa berbeda, dan jangan diinterpretasikan bahwa yang penting taat kepada pemerintah itu berarti Lebarannya harus sama. Yang merayakan hari ini maupun besok itu, keduanya sama-sama taat kepada pemerintah," ujar Muhadjir saat ditemui di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (20/3/2026).Baca Juga:
Muhadjir menanggapi kecenderungan narasi yang menyebutkan bahwa kelompok yang merayakan Lebaran lebih awal dianggap tidak taat kepada pemerintah.
Ia menekankan, masalah tersebut bukan mengenai kesamaan hari raya, melainkan bagaimana masing-masing kelompok memiliki argumen yang kuat mengenai penentuan waktu tersebut.
"Bukan itu urusannya. Ini juga bukan soal taat yang harus semuanya bareng, itu bukan. Itu yang perlu saya sampaikan," tegasnya.
Mengacu pada ceramah cendekiawan muslim Muhammad Quraish Shihab yang disampaikan di Istana Negara beberapa waktu lalu, Muhadjir mengatakan bahwa setiap umat Muslim yang menyaksikan datangnya bulan Ramadhan hendaknya berpuasa, dan itu berlaku dengan dasar keyakinan serta akal sehat.
"Karena kita akal sehat kita menyatakan bahwa ada Tuhan, itu sama halnya dengan kita berkeyakinan dalam Islam, bahwa kita mengikuti bulan Ramadhan dan lebaran berdasarkan keyakinan," katanya.
Lebih lanjut, Muhadjir menjelaskan bahwa Muhammadiyah mengikuti prinsip tajdid dalam panduan keagamaan, termasuk dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Organisasi tersebut merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal dalam perhitungan wujudul hilal, yang berlaku secara internasional, bukan hanya di Indonesia.
"Artinya, sekarang untuk wujudul hilal itu, keberadaan hilal itu tidak hanya diukur di wilayah tertentu tetapi berlaku di seluruh dunia. Tahun ini, misalnya, hilal muncul di Alaska pada tanggal satu. Ketika hilal itu muncul di Alaska, maka seluruh dunia mengikuti itu, tidak hanya di Alaska saja," tambahnya.
Muhadjir juga menekankan bahwa perubahan tersebut merupakan bagian dari penerapan Kalender Hijriah Global Tunggal yang telah diratifikasi oleh lebih dari 10 negara.
JAKARTA Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh menanggapi wacana pemerintah mengenai penerapan kebijakan work
NASIONAL
JAKARTA Facebook, yang kini berada di bawah payung Meta, meluncurkan program baru bernama Creator Fast Track yang menawarkan bayaran hingg
SAINS DAN TEKNOLOGI
WASHINGTON D.C. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengonfirmasi pada Kamis (19/3/2026) bahwa dirinya telah memperingatkan Perda
INTERNASIONAL
ACEH BESAR Tiga doa Malaikat Jibril yang diaminkan oleh Nabi Muhammad SAW menjadi renungan mendalam bagi umat Islam di penghujung bulan Ra
AGAMA
OlehMarsudin Nainggolan.ADA satu jenis hukuman yang tidak pernah dijatuhkan di ruang sidang, tetapi dampaknya bisa jauh lebih panjang dari
OPINI
JAKARTA Jelang Lebaran 2026, para pemain FC Mobile dapat merayakan dengan hadiah spesial dari EA Sports melalui serangkaian kode redeem te
ENTERTAINMENT
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten Deli Serdang resmi mengubah pola pembayaran honor bilal mayit dan penggali kubur. Yang sebelumnya diba
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya perusahaan memandang mudik pekerja sebagai bagian dari upaya m
NASIONAL
SIMALUNGUN Mantan fungsionaris DPC PDIP Kabupaten Simalungun, Sarmuliadin Sinaga, mempertanyakan mengapa Konfercab (Konferensi Cabang) P
POLITIK
YOGYAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau para elite bangsa untuk menjadi teladan dalam menjaga p
NASIONAL