Ditanya Soal 2.000 SGD Hilang dari Amplop Bupati Kuansing, Raja Juli Cuma Jawab 'Maaf'
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
MEDAN — Membaca doa sebelum makan merupakan bagian dari adab dalam Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.
Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan bacaan doa yang paling tepat sesuai dengan hadits shahih.
Ulama dan dai, Muhammad Abduh Tuasikal, menjelaskan bahwa doa sebelum makan yang sesuai sunnah cukup dengan membaca "bismillah".Baca Juga:
Hal ini merujuk pada sejumlah hadits yang menunjukkan kebiasaan Rasulullah ketika hendak makan.
Dalam riwayat yang dikutip oleh Ibnu Taimiyah dalam kitab Al Kalimuth Thoyyib, disebutkan bahwa Rasulullah SAW ketika makanan dihidangkan kepadanya, beliau mengucapkan "bismillah".
Riwayat lain dari Umar bin Abi Salamah menyebutkan bahwa Rasulullah mengajarkan adab makan dengan sabda, "Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu." Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Selain itu, dari Aisyah RA, Rasulullah SAW juga mengajarkan bahwa jika seseorang lupa membaca di awal makan, maka ia dapat mengucapkan, "Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu."
Riwayat ini tercantum dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan At Tirmidzi.
Menurut penjelasan para ulama, membaca "bismillah" sudah termasuk tasmiyah, yakni menyebut nama Allah.
Hal ini dinilai cukup untuk mengikuti sunnah, tanpa perlu menambahkan bacaan panjang seperti "bismillahirrahmanirrahim".
An Nawawi dalam kitab Al Adzkar juga menjelaskan bahwa ucapan "bismillah" telah memenuhi adab makan sesuai tuntunan Rasulullah.
Adapun doa yang cukup populer di masyarakat, yakni "Allahumma baarik lanaa fii maa razaqtanaa wa qinaa 'adzaaban naar", disebut berasal dari riwayat yang dinilai lemah.
Ibnu Hajar Al-Asqalani menilai bahwa sanad hadits tersebut mengandung perawi yang bermasalah sehingga tidak dapat dijadikan dasar kuat dalam beribadah.
Penilaian serupa juga datang dari sejumlah ulama hadits lainnya.
Karena itu, sebagian ulama menyarankan agar umat Islam mencukupkan diri pada bacaan yang shahih, yakni "bismillah", sebagaimana yang secara langsung dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Membaca "bismillah" sebelum makan bukan sekadar kebiasaan, melainkan bagian dari ibadah.
Dalam ajaran Islam, menyebut nama Allah diyakini dapat mendatangkan keberkahan serta mencegah gangguan setan dalam aktivitas makan.
Dengan demikian, praktik sederhana ini menjadi bagian penting dalam menjaga adab sekaligus mengikuti sunnah Nabi secara lebih murni.
Wallahu a'lam.*
(d/ad)
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian meminta pemerintah memberikan pilihan kepada siswa sekolah dasar (SD) dalam menentukan
NASIONAL
BANDA ACEH Sebanyak 215 personel gabungan Polda Aceh dan Polresta Banda Aceh dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan Expo dalam rangka
PERISTIWA
JAKARTA Tifauzia Tyassuma atau Dokter Tifa menegaskan tidak akan mundur dalam menghadapi perkara dugaan tudingan ijazah palsu Presiden k
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengusulkan agar Indonesia membuka peluang kewarganegaraan ganda bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yan
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kota
PEMERINTAHAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil meningkatkan produktivitas sejumlah sumur migas di Kalimantan Timur melalui pen
EKONOMI
JAKARTA Patriot Bond diproyeksikan menjadi salah satu instrumen untuk menghimpun dana murah dalam jumlah besar di luar APBN guna membiay
EKONOMI