Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
BANDA ACEH – Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi indikator utama ketakwaan seorang Muslim kepada Allah SWT.
Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Maizuddin, M.Ag, Guru Besar Ilmu Hadis UIN Ar-Raniry Banda Aceh, dalam khutbah Jumat di Masjid Babuttaqwa Aspol Lamteumen Barat, Banda Aceh, pada Jumat (3/4/2026).
Dalam khutbahnya, Prof. Maizuddin menegaskan bahwa memaafkan adalah bagian dari ibadah yang sangat penting dalam agama Islam.Baca Juga:
"Memberi maaf merupakan sifat mulia yang menunjukkan kualitas ketakwaan seseorang di hadapan Allah," ujarnya, mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 133–135. Ayat tersebut menjelaskan bahwa ciri-ciri orang bertakwa di antaranya adalah gemar berinfak, mampu menahan amarah, dan memberi maaf kepada orang lain.
Memaafkan Sebagai Karakter Seorang Mukmin
Menurut Prof. Maizuddin, memaafkan bukanlah sekadar tindakan sesaat, tetapi seharusnya menjadi karakter yang melekat pada diri seorang Muslim. "Kata dalam bentuk isim fa'il pada ayat tersebut menunjukkan bahwa sikap memaafkan harus konsisten dilakukan kepada siapa pun, tanpa membeda-bedakan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa memaafkan merupakan cara Allah mendekatkan umat-Nya dengan sifat-Nya yang Maha Pengampun.
Lebih lanjut, Prof. Maizuddin menjelaskan bahwa Al-Qur'an mengajarkan beberapa tingkatan dalam memberi maaf. "Tingkat pertama adalah tidak membalas keburukan dengan keburukan," kata dia.
Pada tahap ini, seseorang harus mampu menahan emosi dan tidak memperburuk keadaan, sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam berbagai peristiwa dakwahnya.
Tingkat kedua, lanjutnya, adalah sikap tidak mempermasalahkan kesalahan yang telah terjadi dan berlapang dada saat berinteraksi kembali.
"Ini adalah sikap yang mencerminkan keluasan hati," ujarnya. Menurutnya, sikap ini membuka ruang untuk memperbaiki hubungan dengan penuh keramahan dan tanpa dendam.
Sementara itu, tingkat tertinggi dalam memaafkan, menurut Prof. Maizuddin, adalah menutupi kesalahan orang lain dan tidak menyebarkannya.
"Ini adalah bentuk pemaafan paling sempurna karena mengandung nilai kasih sayang dan menjaga martabat sesama," kata Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Ar-Raniry tersebut.
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN