BREAKING NEWS
Selasa, 07 April 2026

Takdir Mubram dan Muallaq: Memahami Ketetapan Allah dan Peran Usaha Manusia

Adam - Selasa, 07 April 2026 08:59 WIB
Takdir Mubram dan Muallaq: Memahami Ketetapan Allah dan Peran Usaha Manusia
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Dalam ajaran Islam, mempercayai takdir atau qada dan qadar merupakan salah satu rukun iman yang wajib diyakini.

Namun, takdir tidak selalu sama; terdapat dua jenis ketentuan yang ditetapkan Allah SWT, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq.

Takdir Mubram: Ketetapan yang Tak Bisa Diubah

Baca Juga:

Takdir mubram adalah ketentuan Allah SWT yang pasti terjadi dan tidak bisa diubah oleh siapapun.

Dalam buku Pendidikan Agama Islam oleh Bachrul Ilmy, takdir ini digambarkan sebagai ketetapan yang mutlak.

Dalilnya terdapat dalam Al-Qur'an surah An-Nisa ayat 78:

"Di mana pun kamu berada, kematian akan mendatangimu, meskipun kamu berada dalam benteng yang kukuh. Jika mereka (orang-orang munafik) memperoleh suatu kebaikan, mereka berkata, "Ini dari sisi Allah" dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka berkata, "Ini dari engkau (Nabi Muhammad)." Katakanlah, "Semuanya (datang) dari sisi Allah." Mengapa orang-orang itu hampir tidak memahami pembicaraan?"

Contoh takdir mubram antara lain:

- Jenis kelamin setiap manusia
- Ajal atau kematian yang sudah ditentukan
- Hari kiamat, waktu kehancuran alam semesta

Meski ketentuan ini tidak bisa diubah, manusia tetap diperintahkan untuk berusaha menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri sebaik mungkin.

Takdir Muallaq: Ketentuan yang Bergantung pada Usaha Manusia

Berbeda dengan mubram, takdir muallaq bersifat "digantungkan", artinya hasil yang diperoleh manusia masih bergantung pada usaha, doa, dan ikhtiar.

Allah SWT menegaskan dalam surah Ar-Rad ayat 11:

"Baginya (manusia) ada (malaikat-malaikat) yang menyertainya secara bergiliran dari depan dan belakangnya yang menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka. Apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, tidak ada yang dapat menolaknya, dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Contoh takdir muallaq:

- Kesehatan: Bisa dijaga melalui pola hidup sehat, olahraga, dan gizi seimbang
- Kepintaran: Bisa ditingkatkan melalui belajar dan latihan
- Kekayaan dan rezeki: Diperoleh melalui kerja keras, usaha, dan doa


Sinergi Tawakal dan Usaha

Pemahaman kedua jenis takdir ini menegaskan bahwa manusia harus mampu menyeimbangkan sikap tawakal dengan ikhtiar.

Segala hal yang sudah menjadi ketetapan Allah seperti ajal dan jenis kelamin harus diterima dengan lapang dada, sementara hal-hal yang bisa diupayakan tetap harus dilakukan dengan maksimal.

Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa syukur, tetapi juga mendorong manusia untuk aktif berperan dalam membangun masa depan melalui kerja keras, doa, dan niat baik.

Dengan memahami perbedaan takdir mubram dan muallaq, umat Islam diingatkan bahwa hidup adalah kombinasi antara ketentuan ilahi dan usaha manusia, sehingga dapat dijalani dengan penuh kesadaran, usaha, dan tawakal kepada Allah SWT.*


(d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
UMKM Wajib Tahu! Simulasi Angsuran KUR BRI 2026 Hingga Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2,1 Juta per Bulan
Minyakita Tak Boleh Naik! Kemendag Minta Pelaku Usaha Tahan Harga
Universitas Al-Azhar Medan Tawarkan Kuliah Terjangkau dengan Segudang Keunggulan
Dapatkan Modal Usaha hingga Rp500 Juta! KUR BNI 2026 Tawarkan Cicilan Fleksibel untuk UMKM
Ini Alasan Kenapa Allah SWT Memilih Nabi Isa AS untuk Membunuh Dajjal di Akhir Zaman
Mentan Amran Minta Harga Pestisida Tak Naik Berlebihan: Untung Boleh, Tapi Jangan Banyak-Banyak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru