BREAKING NEWS
Sabtu, 25 April 2026

Kurban “Kendaraan Akhirat”: Bukan Sekadar Ritual, tapi Jalan Menuju Takwa

T.Jamaluddin - Jumat, 24 April 2026 15:04 WIB
Kurban “Kendaraan Akhirat”: Bukan Sekadar Ritual, tapi Jalan Menuju Takwa
Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ustaz Dr. Abizal Muhammad Yati, Lc, MA. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESARIbadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan umat Islam, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang dalam sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah Swt.

Secara filosofis, kurban bahkan disebut sebagai "kendaraan akhirat" yang akan menjadi penolong bagi manusia di hari kiamat.

Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ustaz Dr. Abizal Muhammad Yati, Lc, MA, dalam khutbah Jumat di Masjid Darul Hasani, Gampong Miruek Taman, Kecamatan Darussalam, Kamis, 24 April 2026 bertepatan dengan 6 Dzulqaidah 1447 Hijriah.

Baca Juga:

Ia menjelaskan, terdapat riwayat yang menyebutkan hewan kurban akan menjadi tunggangan seseorang saat melewati jembatan shirath, meskipun sebagian ulama menilai hadis tersebut lemah.

Namun demikian, maknanya dinilai tetap memberikan motivasi untuk mempersembahkan hewan kurban terbaik.

"Karena itu, mari kita siapkan kendaraan terbaik untuk akhirat dengan berkurban. Ini bukan sekadar ritual, tetapi bentuk ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah Swt," kata Abizal dalam khutbahnya.

Ia juga mengingatkan adanya ancaman bagi orang yang memiliki kelapangan rezeki namun enggan berkurban.

Dalam hadis riwayat Ahmad dan Ibnu Majah, disebutkan bahwa mereka yang mampu tetapi tidak berkurban tidak diperkenankan mendekati tempat salat Rasulullah.

Menurut Direktur Akademi Dakwah Indonesia (ADI) Aceh itu, secara bahasa kurban berarti mendekatkan diri kepada Allah, sedangkan secara syariat adalah penyembelihan hewan tertentu pada waktu yang telah ditentukan.

Ia menguraikan, ibadah kurban berakar dari kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS yang menunjukkan kepatuhan total terhadap perintah Allah, sebagaimana termaktub dalam Surah As-Saffat ayat 102 dan 107.

Pada masa Nabi Muhammad Saw, ibadah kurban kembali disyariatkan dan menjadi amalan rutin setiap Idul Adha.

Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah disebut menyembelih dua ekor kambing sebagai pelaksanaan kurban.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jadilah Mukmin Kuat, Bukan Pendendam
Mengapa Islam Melarang Duduk di Antara Tempat Panas dan Teduh Sekaligus? Ini Penjelasannya
Bobby Nasution Lepas 353 Jemaah Haji Kloter 2 Embarkasi Medan Asal Langkat, Titip Pesan Khusus
Pekerja Proyek Tewas, Pemko Medan Kawal Santunan Rp208 Juta ke Ahli Waris
Aceh Dinyatakan Darurat Narkoba! Sekda Minta Penanganan Terpadu Diperkuat, Fokus Pencegahan dan Rehabilitasi
360 Jemaah Haji Kloter Pertama Sumut Berangkat, Sekda Sulaiman Minta Petugas Maksimalkan Pelayanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru