BREAKING NEWS
Kamis, 14 Mei 2026

Hati-Hati! Ini 5 Dosa yang Bikin Amal Ibadah Sia-Sia

- Kamis, 07 Mei 2026 07:50 WIB
Hati-Hati! Ini 5 Dosa yang Bikin Amal Ibadah Sia-Sia
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Dalam ajaran Islam, setiap amal kebaikan seperti ibadah, sedekah, dan perbuatan baik akan dicatat sebagai pahala yang kelak menjadi penolong di akhirat.

Namun, sejumlah ulama mengingatkan bahwa tidak semua amal kebaikan akan tetap utuh apabila disertai dengan dosa-dosa tertentu yang dapat menghapus nilainya.

Peringatan ini merujuk pada firman Allah SWT dalam Surah Al-Kahfi ayat 103-104 yang menggambarkan orang-orang yang merasa telah berbuat baik, namun sebenarnya amalnya menjadi sia-sia.

Baca Juga:

Mengutip buku Yang Bangkrut dan Yang Untung di Alam Kubur karya Al-Hafizh Taqiyuddin al-Jurjani, terdapat sejumlah dosa yang dapat menghapus pahala amal kebaikan seorang muslim.

Pertama adalah riya' atau pamer dalam beribadah. Riya terjadi ketika seseorang melakukan amal bukan semata-mata karena Allah SWT, melainkan untuk mendapatkan pujian manusia.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW menyebut riya sebagai syirik kecil yang sangat dikhawatirkan karena dapat menghapus nilai amal ibadah.

Kedua, mengungkit-ungkit pemberian, terutama dalam sedekah. Perbuatan ini dinilai dapat merusak keikhlasan dan menggugurkan pahala.

Al-Qur'an dalam Surah Al-Furqan ayat 23 menyebut amal yang tidak ikhlas akan diibaratkan seperti debu yang beterbangan.

Ketiga adalah hasad atau iri hati terhadap nikmat orang lain.

Dalam Surah An-Nisa ayat 32, Allah SWT melarang umatnya menginginkan kelebihan yang dimiliki orang lain, karena setiap manusia telah ditetapkan bagiannya masing-masing.

Keempat, ghibah atau menggunjing. Perbuatan ini, meskipun berdasarkan fakta, tetap dilarang karena merusak kehormatan orang lain.

Dalam sebuah hadis riwayat Abu Daud, pelaku ghibah digambarkan sebagai orang yang mencakar wajah dan dada mereka sendiri di akhirat.

Kelima adalah kufur nikmat, yakni tidak mensyukuri segala karunia Allah SWT.

Sikap ini tidak hanya menghilangkan keberkahan hidup, tetapi juga dapat mengurangi nilai amal kebaikan seseorang.

Para ulama menekankan pentingnya menjaga keikhlasan, lisan, dan hati dalam beramal agar pahala yang telah dikumpulkan tidak menjadi sia-sia.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Doa Purbaya Jelang Haji: Ekonomi RI Melesat, 3 Tahun Lagi Kaya Bersama
Sahkah Kurban Satu Kambing untuk Satu Keluarga? Ini Penjelasan Ulama
Kemnaker Gandeng Wadhwani Foundation dan Indosat, Perkuat Ekosistem Ketenagakerjaan Berbasis Digital dan AI
Plt Bupati Cilacap Bantah Tahu Dugaan Pemerasan di KPK: Sumpah Demi Allah
BPS: Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melambat Jadi 1,08 Persen dalam Lima Tahun Terakhir
Pemerintah Aceh Siapkan Layanan VVIP untuk Jemaah Haji 2026 di Bandara SIM
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru