BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Menteri Abdul Mu’ti Siap Bertemu Kapolri untuk Bahas Kasus Guru Honorer Supriyani yang Diduga Aniaya Siswa

BITVonline.com - Rabu, 30 Oktober 2024 11:06 WIB
Menteri Abdul Mu’ti Siap Bertemu Kapolri untuk Bahas Kasus Guru Honorer Supriyani yang Diduga Aniaya Siswa
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SULTENG -Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyoroti kasus yang menimpa Supriyani, seorang guru honorer Sekolah Dasar (SD) di Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, yang dituduh melakukan kekerasan terhadap siswa berinisial D. Kasus ini menarik perhatian publik dan menjadi sorotan di berbagai media. Menanggapi hal ini, Abdul Mu’ti menyatakan niatnya untuk bertemu dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo guna membahas penyelesaian masalah tersebut.

“Ini juga bagian dari masalah yang sedang terjadi. Sekarang masih menjadi isu di media mengenai kasus Bu Supriyani. Ini bukan hanya beliau, kasus serupa juga sering terjadi di tempat lain. Karena itu, kami ingin menyelesaikannya dari hulu,” ungkap Abdul Mu’ti kepada wartawan di Jakarta pada Rabu (30/10/2024).

Dia menjelaskan bahwa kekerasan di kalangan pelajar adalah masalah yang kompleks dan sering terjadi di berbagai daerah. Dalam pandangannya, penyelesaian masalah ini perlu dilakukan secara komprehensif dan melibatkan banyak pihak. “Kami sudah melakukan komunikasi nonformal dengan Pak Kapolri terkait persoalan ini,” lanjutnya.

Abdul Mu’ti mengungkapkan harapannya untuk segera mengatur pertemuan dengan Kapolri dalam waktu dekat. “Insya Allah, dalam minggu-minggu ini, jika waktunya cocok, kami akan bertemu untuk membicarakan masalah kekerasan di kalangan pelajar dan juga soal pembinaan karakter,” ujarnya.

Mendikdasmen menekankan bahwa pendekatan dari hulu adalah kunci untuk mencegah terulangnya kasus-kasus serupa di masa depan. Menurutnya, pendidikan berbasis komunitas dapat menjadi salah satu solusi dalam menangani masalah ini. “Penguatan pendidikan karakter dan penanganan masalah ini juga bisa dilakukan dengan pendidikan berbasis komunitas. Di sekolah diajari dengan baik, masyarakatnya juga mendukung,” jelasnya.

Abdul Mu’ti mengajak masyarakat untuk lebih aktif berperan dalam mendukung pendidikan karakter anak-anak. “Dukungan masyarakat sangat penting dalam menuntaskan persoalan ini. Kita perlu bersinergi agar pendidikan yang diterima anak-anak tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga di lingkungan sekitar mereka,” pungkasnya.

Kasus Supriyani yang telah menarik perhatian publik ini menjadi pengingat akan pentingnya pendidikan yang aman dan berkualitas bagi semua anak. Dengan langkah-langkah proaktif dari kementerian dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan ke depannya akan ada perbaikan dalam sistem pendidikan dan perlindungan terhadap tenaga pengajar dan siswa.

(N/014)

0 komentar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru