BREAKING NEWS
Jumat, 22 Mei 2026

Bolehkah Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan?

Adelia Syafitri - Jumat, 22 Mei 2026 07:29 WIB
Bolehkah Puasa Sunnah Tarwiyah dan Arafah Digabung dengan Qadha Ramadan?
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Puasa Tarwiyah dan Arafah kembali menjadi amalan yang banyak dikerjakan umat Islam menjelang Idul Adha.

Namun, di tengah antusiasme tersebut, muncul pertanyaan mengenai hukum menggabungkan puasa sunnah dengan qadha Ramadan yang masih menjadi tanggungan sebagian umat.

Pembahasan soal penggabungan niat antara puasa sunnah dan qadha Ramadan kerap menjadi kajian dalam fikih puasa.

Baca Juga:

Para ulama memiliki perbedaan pandangan terkait hal ini, mulai dari yang membolehkan hingga yang menganjurkan pemisahan niat secara terpisah.


Keutamaan Puasa Tarwiyah dan Arafah

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijah, sehari sebelum wukuf di Arafah.

Istilah Tarwiyah merujuk pada makna "membawa bekal air", yang berkaitan dengan kebiasaan jemaah haji pada masa lampau yang menyiapkan persediaan air sebelum menuju Arafah dan Mina.

Adapun puasa Arafah dilaksanakan pada 9 Zulhijah dan memiliki keutamaan besar bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji.

Dalam sebuah hadis riwayat Muslim, puasa Arafah disebut dapat menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun sebelumnya dan satu tahun setelahnya.

Meski demikian, sebagian riwayat tentang keutamaan puasa Tarwiyah dinilai lemah (dhaif) oleh para ulama.

Namun, sejumlah ulama tetap membolehkannya dalam konteks fadhailul amal atau keutamaan ibadah, selama tidak dijadikan dasar hukum utama.

Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah

Niat puasa Tarwiyah:
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

Niat puasa Arafah:
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Artinya: "Saya niat berpuasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Qadha Ramadan Hukumnya Wajib

Berbeda dengan puasa sunnah, qadha Ramadan merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki utang puasa.

Ketentuan ini merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 184 yang menegaskan kewajiban mengganti puasa di hari lain bagi yang berhalangan.

Perbedaan Pendapat soal Penggabungan Niat

Dalam fikih, penggabungan antara puasa wajib dan sunnah dikenal sebagai at-tasyrik. Dalam hal ini, muncul perbedaan pendapat di kalangan ulama.

Sebagian ulama mazhab Syafi'iyah membolehkan penggabungan niat antara qadha Ramadan dan puasa sunnah, termasuk Tarwiyah dan Arafah.

Pendapat ini juga didukung oleh Dar al-Ifta al-Misriyyah. Dalam pandangan ini, pelaku tetap mendapatkan pahala keduanya.

Namun, sebagian ulama lain menilai bahwa penggabungan niat tidak dianjurkan.

Menurut pandangan ini, yang sah hanya qadha Ramadan, sedangkan pahala puasa sunnah tidak diperoleh secara sempurna. Karena itu, pemisahan niat dinilai lebih utama.

Meski terdapat perbedaan pendapat, para ulama sepakat bahwa qadha Ramadan tetap wajib ditunaikan.

Sementara puasa Tarwiyah dan Arafah menjadi amalan sunnah yang dianjurkan, terutama menjelang Idul Adha.

Umat Islam dianjurkan menyesuaikan pelaksanaan ibadah sesuai kemampuan dan pemahaman, serta tetap mengutamakan kewajiban yang belum ditunaikan.*


(d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Plh Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Harlah YMPI ke-78, Dorong Penguatan Pendidikan Islam
Kapan Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026 Dilaksanakan? Ini Jadwal Lengkapnya
Sahabat Rasulullah SAW yang Sering Bikin Masalah Tapi Tetap Disayang, Ini Kisahnya!
MUI Tegaskan Hewan Kurban Boleh Jantan atau Betina, Ini Penjelasannya
Jangan Lewatkan! Ini Jadwal Puasa Sunnah Zulhijah 2026 Jelang Idul Adha
Kemenag Gelar Sidang Isbat Penentuan Idul Adha 1447 H Hari Ini, 88 Titik Pantau Hilal Disiapkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru