Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BANDA ACEH - Setiap umat manusia memiliki tuntunan ibadah sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah atas berbagai nikmat yang diberikan.
Dalam ajaran Islam, Allah menjanjikan kabar gembira bagi hamba-hamba-Nya yang memiliki sifat mukhbitin, yakni orang-orang yang tunduk, patuh, dan bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah.
Guru Besar Bidang Ilmu-Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Husni Mubarrak A Latief, Lc., M.A., menjelaskan makna mukhbitin dalam khutbah Jumat di Masjid Baitul Maghfirah Dusun Beurami, Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar, Jumat, 7 Agustus 2026, bertepatan dengan 23 Safar 1448 Hijriah.
Baca Juga:
Menurut Prof Husni, secara bahasa mukhbitin memiliki arti orang yang bersungguh-sungguh dan tekun dalam beribadah.
Namun, Al-Qur'an memberikan penjelasan yang lebih luas mengenai karakter hamba Allah yang termasuk golongan tersebut.
Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al-Hajj ayat 34-35 yang menjelaskan bahwa Allah memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk dan patuh kepada-Nya.
"Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)."
Allah kemudian menjelaskan ciri-ciri mereka dalam ayat berikutnya:
"(Yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang melaksanakan salat, dan orang-orang yang menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." (QS Al-Hajj: 34-35)
Prof Husni menjelaskan, berdasarkan ayat tersebut terdapat empat kriteria utama yang melekat pada seorang mukmin yang mukhbitin.
Pertama, mereka senantiasa mengingat Allah sehingga hatinya selalu tergetar ketika nama Allah disebut.
Menurutnya, makna mengingat Allah atau dzikr memiliki cakupan luas, yaitu kesadaran seorang hamba bahwa Allah selalu hadir dan mengawasi setiap langkah serta perilakunya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.