Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
SUMUT -Ketegangan meletus di Dusun III, Desa Bukit Mengkirai, Kecamatan Gebang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, saat warga setempat nyaris terlibat baku hantam dengan petugas dari PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI). Konflik ini berakar dari persoalan ganti rugi lahan yang terpakai untuk pembangunan ruas tol Binjai-Langsa.
Hondol Sianturi, salah satu pemilik lahan, mengungkapkan rasa frustrasinya. “Kami yang terdampak merasa dibodohi, ditindas, dan hak kami dirampas. Surat kami jelas, ada suratnya dan SHM,” tegasnya. Pernyataan ini menggarisbawahi ketidakpuasan warga yang merasa terpinggirkan dalam proses ganti rugi.
Emosi warga semakin memuncak ketika mereka mengancam akan merobohkan tenda milik PT HKI yang terpasang di sekitar lokasi proyek. Beberapa warga bahkan memblokade akses jalan pengerjaan dengan bambu sebagai bentuk protes. Mereka menuding, air yang menggenangi lahan sawit mereka disebabkan buruknya drainase yang tertutup oleh pembangunan jalan tol.
Sebagian besar warga Dusun III menggantungkan hidup mereka pada pertanian sawit. “Akibat lahan sawit yang terendam, penghasilan kami menurun drastis,” keluh Hondol. Ia menambahkan bahwa mereka merasa tidak pernah dilibatkan dalam musyawarah yang seharusnya menjadi bagian dari proses ganti rugi.
Belum Menerima Ganti RugiSianturi menyoroti bahwa lahan yang terkena proyek seluas 3.200 meter, tetapi menurutnya, ukuran sebenarnya lebih besar dari yang dilaporkan. “Kalau ini proyek pemerintah untuk pembangunan negara, ya sah-sah saja. Tapi kami berhak mendapatkan ganti rugi yang sesuai,” ujar Sianturi. Ia merasa tidak ada transparansi dalam proses ini, dan menyebut adanya dugaan kolusi antara pengembang dan pejabat desa.
“Dari awal kami tidak pernah diajak untuk rapat atau musyawarah,” tambahnya, diiringi anggukan dari beberapa warga lain yang terlibat aksi protes.
Upaya Mediasi yang Tak BerhasilWarga menyatakan bahwa mereka telah berupaya melakukan mediasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk rapat dengar pendapat (RDP) di DPRD Langkat dan beberapa mediasi di Polres Langkat. Namun, suara mereka seolah tak terdengar. “Kami menduga sudah ada kongkalikong antara pihak pengembang dan kepala desa, sehingga mereka berani bertindak di lahan kami tanpa persetujuan,” ungkap Sianturi.
Ia juga memohon kepada pemerintah untuk membongkar persoalan ini secara transparan. “Kalau kami salah, ajarin kami biar benar. Kami berharap kepada Bapak Presiden Joko Widodo agar lebih peka terhadap kami, rakyat yang dirugikan,” serunya.
Tindakan Polisi dan Harapan MasyarakatMengantisipasi kericuhan yang berkepanjangan, pihak kepolisian telah mengamankan lokasi. Kapolsek Gebang, AKP Abed Nebo, menjelaskan bahwa mereka mendapatkan informasi tentang ketidakpuasan warga terkait proses ganti rugi yang belum terealisasi. “Kami ada di sini untuk menjaga stabilitas situasi kamtibmas agar tidak melanggar hukum,” katanya.
Abed juga berharap agar masyarakat dapat menahan diri dan menunggu penyelesaian proses administrasi yang masih berjalan. “Kita akan menengahi dan memediasi kedua belah pihak,” ujarnya.
Dengan situasi yang masih tegang, nasib warga Bukit Mengkirai di tengah proyek pembangunan tol ini tetap menjadi perhatian. Apakah hak-hak mereka akan diakui dan ditegakkan? Hanya waktu yang akan menjawab, sementara harapan akan keadilan masih menyala di hati mereka.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL