Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Data BPS Konfirmasi Klaim Prabowo Tertinggi 13 Tahun
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen dan menjadi salah satu
EKONOMI
ACEH BESAR — Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar, Tgk. Afrizal Sofyan, S.Pd.I, M.Pd, mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan kematian dengan memperbanyak amal terbaik atau ahsanu 'amala.
Menurut dia, kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari dan menjadi pintu menuju kehidupan akhirat yang kekal.
Pesan tersebut disampaikan Tgk. Afrizal dalam khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas, Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Jumat, 14 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1448 Hijriah.Baca Juga:
Tgk. Afrizal mengatakan Al-Qur'an dan hadis menggambarkan kematian sebagai perkara yang sangat dahsyat dan penuh kesulitan.
Kematian juga menjadi batas berakhirnya kesempatan manusia untuk memperbanyak amal.
Allah Swt berfirman dalam Surah Qaf ayat 19, "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari."
Menurut Tgk. Afrizal, istilah sakaratul maut menggambarkan kondisi berat yang dialami seseorang ketika ruh hendak keluar dari jasad.
Bahkan Rasulullah saw sebagai manusia paling mulia juga mengalami beratnya sakaratul maut.
Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan bahwa menjelang wafat, Rasulullah saw memasukkan tangannya ke dalam bejana berisi air, kemudian mengusapkan air tersebut ke wajahnya seraya bersabda, "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat."
"Ini menunjukkan, beratnya sakaratul maut bukan hanya dialami orang-orang yang buruk di sisi Allah SWT. Orang-orang saleh sekalipun dapat merasakan dahsyatnya sakaratul maut, sebagaimana Rasulullah saw ," ujarnya.
Empat Hal yang Membuat Sakaratul Maut Dahsyat
Tgk. Afrizal menjelaskan pandangan Imam al-Qurthubi dalam kitab At-Tazkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah.
Dalam kitab tersebut, sakaratul maut digambarkan sebagai fase kritis dan menakutkan sebelum seseorang meninggalkan dunia.
Menurut Tgk. Afrizal, setidaknya ada empat hal yang membuat fase sakaratul maut begitu dahsyat.
Pertama, seseorang yang berada dalam kondisi sakaratul maut dapat menyaksikan sesuatu yang sebelumnya tidak mampu dilihat, termasuk malaikat dan alam gaib.
Ia merujuk hadis al-Bara' bin 'Azib r.a yang diriwayatkan Imam Ahmad mengenai kedatangan para malaikat yang menyertai malaikat pencabut nyawa.
Kedua, seseorang diperlihatkan gambaran tempatnya di alam akhirat.
Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa orang yang meninggal diperlihatkan tempatnya pada pagi dan petang.
Jika seseorang termasuk penghuni surga, ia diperlihatkan tempatnya di surga.
Sebaliknya, jika termasuk penghuni neraka, ia diperlihatkan tempatnya di neraka.
Ketiga, sakaratul maut menjadi fase munculnya penyesalan atas kelalaian selama hidup di dunia.
Tgk. Afrizal mengutip Surah Al-Mu'minun ayat 99-100 yang menggambarkan orang yang akan meninggal meminta agar ajalnya ditangguhkan sehingga dapat beramal saleh.
Namun, ketika ajal telah tiba, kesempatan tersebut tidak dapat dikembalikan.
Keempat, sakaratul maut dipenuhi kesedihan. Manusia harus berpisah dengan dunia, keluarga, harta, jabatan, serta berbagai kenikmatan yang selama ini dimiliki.
"Imam al-Qurthubi menyimpulkan bahwa sakaratul maut merupakan fase paling menakutkan dalam kehidupan manusia karena di dalamnya berkumpul rasa sakit, ketakutan, penyesalan, kesedihan dan kekhawatiran dalam menghadapi awal kehidupan akhirat," jelasnya.
Kematian Menjadi Pengingat untuk Memperbaiki Amal
Tgk. Afrizal mengatakan Allah Swt tidak membiarkan manusia menghadapi kematian tanpa petunjuk.
Al-Qur'an telah memberikan pedoman agar manusia mempersiapkan kematian dengan sebaik-baiknya.
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 2, "Yaitu (Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."
Menurut Tgk. Afrizal, ungkapan ahsanu 'amala atau amal yang terbaik menjadi salah satu kunci dalam mempersiapkan kehidupan setelah kematian.
"Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat yang kekal," katanya.
Ia menjelaskan pandangan Imam al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Ahkamil Qur'an mengenai susunan ayat tersebut.
Allah SWT mendahulukan kata "kematian" sebelum "kehidupan", meskipun dalam pengalaman manusia kehidupan dijalani terlebih dahulu sebelum kematian.
Menurut Imam al-Qurthubi, penyebutan kematian terlebih dahulu memiliki beberapa tujuan.
Pertama, menarik perhatian manusia terhadap kematian.
Kedua, menggugah dan membangunkan hati manusia agar menyadari kepastian kematian.
Ketiga, memberikan kesan serius bahwa manusia harus mempersiapkan diri menghadapi kematian.
"Allah Swt mengingatkan manusia bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Karena itu, gunakan kehidupan yang diberikan Allah untuk mempersiapkan kematian dengan amal terbaik," pungkas Tgk. Afrizal.* (ad)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen dan menjadi salah satu
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengatakan perekonomian Indonesia tetap mampu bertahan di tengah berbagai tekanan global sepanjang 202
EKONOMI
JAKARTA Mantan Komandan Jenderal Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko menyoroti kasus hukum yang menjerat Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma ata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan penghasilan sejumlah pengemudi ojek online (ojol) meningkat hingga tiga kali lipat setel
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia sebagai salah satu anggota G20 tidak pantas masih memiliki rakyat yang mengalami
NASIONAL
KARO Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan administratif setelah 279 pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diduga
PERISTIWA
JAKARTA Roy Suryo kembali mengajukan praperadilan terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi). Dalam prape
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mendukung putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menegaskan tindak pidana penghinaan terhadap
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan DPR bersama pemerintah telah menyelesaikan 28 rancangan undangundang (RUU) menjadi Und
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPR RI Puan Maharani mengatakan Rancangan UndangUndang (RUU) tentang Perampasan Aset masih dalam tahap menyerap masukan d
NASIONAL