244 Kg Sabu Digagalkan Polda Sumut dalam Sebulan, 9 Tersangka Diamankan
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan peredaran 244 kilogram sabu dari tiga kasus berbeda. Dalam pengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR — Anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar, Tgk. Afrizal Sofyan, S.Pd.I, M.Pd, mengingatkan umat Islam untuk mempersiapkan kematian dengan memperbanyak amal terbaik atau ahsanu 'amala.
Menurut dia, kematian merupakan kepastian yang tidak dapat dihindari dan menjadi pintu menuju kehidupan akhirat yang kekal.
Pesan tersebut disampaikan Tgk. Afrizal dalam khutbah Jumat di Masjid Al Ikhlas, Ie Alang, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Jumat, 14 Agustus 2026, yang bertepatan dengan 1 Rabiul Awwal 1448 Hijriah.Baca Juga:
Tgk. Afrizal mengatakan Al-Qur'an dan hadis menggambarkan kematian sebagai perkara yang sangat dahsyat dan penuh kesulitan.
Kematian juga menjadi batas berakhirnya kesempatan manusia untuk memperbanyak amal.
Allah Swt berfirman dalam Surah Qaf ayat 19, "Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang dahulu hendak kamu hindari."
Menurut Tgk. Afrizal, istilah sakaratul maut menggambarkan kondisi berat yang dialami seseorang ketika ruh hendak keluar dari jasad.
Bahkan Rasulullah saw sebagai manusia paling mulia juga mengalami beratnya sakaratul maut.
Ia mengutip hadis riwayat Imam Bukhari yang menjelaskan bahwa menjelang wafat, Rasulullah saw memasukkan tangannya ke dalam bejana berisi air, kemudian mengusapkan air tersebut ke wajahnya seraya bersabda, "Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah. Sesungguhnya kematian itu memiliki sakarat."
"Ini menunjukkan, beratnya sakaratul maut bukan hanya dialami orang-orang yang buruk di sisi Allah SWT. Orang-orang saleh sekalipun dapat merasakan dahsyatnya sakaratul maut, sebagaimana Rasulullah saw ," ujarnya.
Empat Hal yang Membuat Sakaratul Maut Dahsyat
Tgk. Afrizal menjelaskan pandangan Imam al-Qurthubi dalam kitab At-Tazkirah fi Ahwalil Mauta wa Umuril Akhirah.
Dalam kitab tersebut, sakaratul maut digambarkan sebagai fase kritis dan menakutkan sebelum seseorang meninggalkan dunia.
Menurut Tgk. Afrizal, setidaknya ada empat hal yang membuat fase sakaratul maut begitu dahsyat.
Pertama, seseorang yang berada dalam kondisi sakaratul maut dapat menyaksikan sesuatu yang sebelumnya tidak mampu dilihat, termasuk malaikat dan alam gaib.
Ia merujuk hadis al-Bara' bin 'Azib r.a yang diriwayatkan Imam Ahmad mengenai kedatangan para malaikat yang menyertai malaikat pencabut nyawa.
Kedua, seseorang diperlihatkan gambaran tempatnya di alam akhirat.
Hal tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim bahwa orang yang meninggal diperlihatkan tempatnya pada pagi dan petang.
Jika seseorang termasuk penghuni surga, ia diperlihatkan tempatnya di surga.
Sebaliknya, jika termasuk penghuni neraka, ia diperlihatkan tempatnya di neraka.
Ketiga, sakaratul maut menjadi fase munculnya penyesalan atas kelalaian selama hidup di dunia.
Tgk. Afrizal mengutip Surah Al-Mu'minun ayat 99-100 yang menggambarkan orang yang akan meninggal meminta agar ajalnya ditangguhkan sehingga dapat beramal saleh.
Namun, ketika ajal telah tiba, kesempatan tersebut tidak dapat dikembalikan.
Keempat, sakaratul maut dipenuhi kesedihan. Manusia harus berpisah dengan dunia, keluarga, harta, jabatan, serta berbagai kenikmatan yang selama ini dimiliki.
"Imam al-Qurthubi menyimpulkan bahwa sakaratul maut merupakan fase paling menakutkan dalam kehidupan manusia karena di dalamnya berkumpul rasa sakit, ketakutan, penyesalan, kesedihan dan kekhawatiran dalam menghadapi awal kehidupan akhirat," jelasnya.
Kematian Menjadi Pengingat untuk Memperbaiki Amal
Tgk. Afrizal mengatakan Allah Swt tidak membiarkan manusia menghadapi kematian tanpa petunjuk.
Al-Qur'an telah memberikan pedoman agar manusia mempersiapkan kematian dengan sebaik-baiknya.
Allah Swt berfirman dalam Surah Al-Mulk ayat 2, "Yaitu (Allah) yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun."
Menurut Tgk. Afrizal, ungkapan ahsanu 'amala atau amal yang terbaik menjadi salah satu kunci dalam mempersiapkan kehidupan setelah kematian.
"Kematian bukanlah akhir dari kehidupan, tetapi perpindahan dari kehidupan dunia menuju kehidupan akhirat yang kekal," katanya.
Ia menjelaskan pandangan Imam al-Qurthubi dalam Al-Jami' li Ahkamil Qur'an mengenai susunan ayat tersebut.
Allah SWT mendahulukan kata "kematian" sebelum "kehidupan", meskipun dalam pengalaman manusia kehidupan dijalani terlebih dahulu sebelum kematian.
Menurut Imam al-Qurthubi, penyebutan kematian terlebih dahulu memiliki beberapa tujuan.
Pertama, menarik perhatian manusia terhadap kematian.
Kedua, menggugah dan membangunkan hati manusia agar menyadari kepastian kematian.
Ketiga, memberikan kesan serius bahwa manusia harus mempersiapkan diri menghadapi kematian.
"Allah Swt mengingatkan manusia bahwa kematian adalah sesuatu yang pasti. Karena itu, gunakan kehidupan yang diberikan Allah untuk mempersiapkan kematian dengan amal terbaik," pungkas Tgk. Afrizal.* (ad)
MEDAN Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara menggagalkan peredaran 244 kilogram sabu dari tiga kasus berbeda. Dalam pengungkap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), Sisprian Subiaksono, mengungk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Proses pengadaan proyek pada Dinas Pendidikan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Langkat tahun anggaran
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Jalan Besar Namorambe yang menghubungkan Kabupaten Deli Serdang dengan Kota Medan, Sumatera Utara, rusak parah dan menjadi
NASIONAL
JAKARTA Proses penyetaraan pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali dibahas dalam sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Jumat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik jajaran Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026)
NASIONAL
JAKARTA Rocky Gerung resmi menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung resmi mengajukan kasasi atas putusan banding mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melantik Syahganda Nainggolan sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom). Syahganda menggantik
SOSOK
MEDAN Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara mencatat bantuan pascabencana telah disalurkan kepada 13.702 keluarga penerima manfaat (KPM)
PEMERINTAHAN