BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Syaitan Tak Selalu Menakutkan, Keburukan Bisa Dibuat Terlihat Indah

T.Jamaluddin - Sabtu, 15 Agustus 2026 08:22 WIB
Syaitan Tak Selalu Menakutkan, Keburukan Bisa Dibuat Terlihat Indah
Ustaz Hermansyah Adnan, S.Ag., M.Sos., Dosen Universitas Muhammadiyah Aceh, Aktivis Da'wah Aceh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Hermansyah kemudian menjawab pertanyaan utama tentang boleh tidaknya berteman dengan syaitan.

Menurut dia, manusia tidak boleh sengaja mencari hubungan dengan jin melalui praktik perdukunan, ramalan, sihir, atau meminta bantuan makhluk gaib untuk mendapatkan sesuatu yang tidak dibenarkan syariat.

Rasulullah SAW juga memberikan peringatan terhadap orang yang mendatangi peramal atau kahin.

Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Nabi SAW menjelaskan bahwa apa yang disampaikan para kahin dapat bercampur dengan banyak kebohongan.

Karena itu, seorang Muslim tidak boleh mencari pertolongan kepada jin atau dukun untuk mengetahui perkara gaib, mencari kekayaan, membalas dendam, mendapatkan pengasihan, maupun menyelesaikan persoalan kehidupan.

Namun, menurut Hermansyah, ada bentuk "berteman dengan syaitan" yang justru lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ketika seseorang mengetahui kebenaran tetapi terus memilih kebatilan, ia sedang mengikuti jalan syaitan.

Begitu pula ketika seseorang melakukan korupsi, menipu, memakan harta orang lain, menyebarkan fitnah, merusak rumah tangga orang lain, mengadu domba, melakukan kezaliman, atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.

Syaitan Bisa Bekerja melalui Media Sosial

Hermansyah mengingatkan bahwa syaitan tidak hanya bekerja melalui perkara yang dianggap mistis.

"Syaitan juga bekerja di rumah kita. Syaitan bisa bekerja di kantor kita. Syaitan bisa bekerja di organisasi kita. Syaitan bisa bekerja di media sosial kita. Bahkan syaitan bisa bekerja melalui lisan kita."

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas, merasa senang ketika melihat orang lain jatuh, memelihara dendam, mengadu domba, atau merasa paling benar sambil merendahkan orang lain.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TP PKK Asahan Kunjungi Paviliun Asahan di PRSU ke-50, Dukung Promosi UMKM dan Produk Unggulan Daerah
Kahiyang Ayu Dorong Kriya dan Wastra Sumut Tembus Pasar Global di HUT ke-46 Dekranas
Dekranasda Sumut Promosikan Kriya dan Wastra Unggulan di HUT ke-46 Dekranas 2026
Ketua Dekranasda Batu Bara Hadiri Puncak Peringatan HUT ke-46 Dekranas di Makassar
Ketua Harian Dekranas Beri Dukungan untuk Perajin Aceh di Makassar: Aceh Bangkit, Aceh Bangkit!
Kunjungi Galeri Dekranasda Gunungsitoli, Kahiyang Ayu Dorong UMKM dan Kerajinan Lokal Naik Kelas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru