353 Pelajar di Karo Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Bobby Nasution: Jangan Salahkan Siapa Pun
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan setel
PERISTIWA
BANDA ACEH — Ustaz Hermansyah Adnan, S.Ag., M.Sos., membahas tema "Bolehkah Berteman dengan Syaitan?" dalam pengajian rutin Sabtu Subuh di Masjid Tgk Jakfar Hanafiah, Kampus UNMUHA Batoh, Banda Aceh, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Dalam kajiannya, Hermansyah mengatakan pertanyaan tentang boleh atau tidaknya berteman dengan syaitan terlihat sederhana, tetapi memiliki makna serius.
Menurut dia, Al-Qur'an tidak hanya menjelaskan keberadaan syaitan, tetapi juga mengingatkan manusia tentang berbagai strategi syaitan dalam menyesatkan manusia.Baca Juga:
Ia menjelaskan bahwa Allah SWT menciptakan berbagai makhluk, di antaranya malaikat, jin, dan manusia.
Malaikat diciptakan untuk taat kepada Allah SWT, sedangkan jin dan manusia diberikan pilihan untuk taat atau durhaka.
Adapun Iblis, kata Hermansyah, termasuk golongan jin. Hal itu sebagaimana dijelaskan Allah SWT dalam QS. Al-Kahfi ayat 50.
Syaitan Tidak Selalu Datang dalam Bentuk Menakutkan
Hermansyah menjelaskan bahwa syaitan bukan nama satu jenis makhluk tertentu.
Kata syaitan merujuk pada sifat dan peran makhluk yang membangkang, menyesatkan, dan mengajak kepada keburukan.
Karena itu, Al-Qur'an menyebut adanya syaitan dari kalangan jin dan manusia.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-An'am ayat 112:
وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا
"Demikianlah Kami jadikan bagi setiap nabi musuh, yaitu syaitan-syaitan dari golongan manusia dan jin. Sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan indah untuk menipu."
Menurut Hermansyah, ayat tersebut memberikan pelajaran bahwa syaitan tidak selalu tampil dalam bentuk yang menakutkan.
Syaitan dapat menggunakan perkataan yang terlihat indah untuk menipu manusia.
Godaan tersebut, kata dia, juga tidak selalu hadir dalam bentuk ajakan secara langsung untuk melakukan dosa. Sebaliknya, keburukan dapat dibuat terlihat menarik.
Korupsi disebut sebagai "kesempatan". Kebohongan disebut "strategi". Ghibah disebut "sekadar membicarakan fakta". Pergaulan bebas disebut "kebebasan". Riba disebut "keuntungan". Bahkan kesombongan terkadang disebut sebagai "harga diri".
"Di sinilah bahayanya," kata Hermansyah dalam kajiannya.
Syaitan Adalah Musuh Manusia
Hermansyah kemudian mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Fatir ayat 6:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh."
Menurut dia, Allah tidak memerintahkan manusia untuk menjadikan syaitan sebagai teman. Sebaliknya, manusia diperintahkan menjadikan syaitan sebagai musuh.
Ia menjelaskan bahwa permusuhan Iblis terhadap manusia bermula ketika Iblis menolak perintah Allah SWT untuk bersujud kepada Adam sebagai bentuk penghormatan terhadap perintah Allah.
Iblis menolak karena kesombongannya dan merasa dirinya lebih baik daripada Adam.
Kesombongan tersebut kemudian menjadi awal permusuhan Iblis terhadap manusia.
Iblis bersumpah akan menyesatkan keturunan Adam.
Dalam QS. Al-A'raf ayat 16-17, Iblis menyatakan akan menunggu manusia di jalan yang lurus dan mendatangi manusia dari berbagai arah agar mereka tidak bersyukur kepada Allah SWT.
Hermansyah mengatakan target syaitan bukan sekadar membuat manusia melakukan satu dosa, tetapi menjauhkan manusia dari jalan Allah.
Kadang-kadang, kata dia, godaan dimulai dari dosa kecil. Setelah terbiasa, dosa tersebut berubah menjadi kebiasaan.
Kebiasaan kemudian dapat membentuk karakter dan akhirnya memengaruhi kehidupan seseorang.
"Karena itu, jangan pernah meremehkan dosa kecil," ujarnya.
Syaitan Tidak Bisa Memaksa Manusia
Hermansyah juga menjelaskan bahwa syaitan tidak mempunyai kekuasaan mutlak terhadap manusia.
Allah SWT menjelaskan dalam QS. Ibrahim ayat 22 bahwa pada hari kiamat syaitan akan mengakui dirinya tidak memiliki kekuasaan untuk memaksa manusia.
Syaitan hanya mengajak, sedangkan manusia yang memilih untuk mengikuti ajakan tersebut.
"Syaitan membisikkan, tetapi manusia yang memilih. Syaitan mengajak, tetapi manusia yang memutuskan," kata Hermansyah.
Karena itu, manusia tidak boleh menjadikan syaitan sebagai alasan untuk membenarkan dosa.
Bagaimana dengan Qarin?
Dalam kajian tersebut, Hermansyah juga membahas tentang qarin.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki pendamping dari kalangan jin.
Dalam hadis sahih riwayat Muslim, ketika para sahabat bertanya apakah Rasulullah SAW juga memiliki qarin, beliau menjawab bahwa beliau juga demikian.
Namun, Allah SWT menolong beliau sehingga qarin tersebut tidak memerintahkan kecuali kepada kebaikan.
Hermansyah mengatakan keberadaan qarin perlu diwaspadai.
Namun, tidak semua gangguan, pikiran buruk, atau kejahatan dapat langsung dianggap berasal dari qarin.
Manusia tetap mempunyai kehendak, akal, hawa nafsu, dan tanggung jawab atas setiap pilihan yang dibuat.
Menurut dia, Allah SWT memberikan perlindungan melalui iman, dzikir, doa, membaca Al-Qur'an, dan ketaatan.
Jangan Mencari Bantuan kepada Jin atau Dukun
Hermansyah kemudian menjawab pertanyaan utama tentang boleh tidaknya berteman dengan syaitan.
Menurut dia, manusia tidak boleh sengaja mencari hubungan dengan jin melalui praktik perdukunan, ramalan, sihir, atau meminta bantuan makhluk gaib untuk mendapatkan sesuatu yang tidak dibenarkan syariat.
Rasulullah SAW juga memberikan peringatan terhadap orang yang mendatangi peramal atau kahin.
Dalam hadis sahih riwayat Muslim, Nabi SAW menjelaskan bahwa apa yang disampaikan para kahin dapat bercampur dengan banyak kebohongan.
Karena itu, seorang Muslim tidak boleh mencari pertolongan kepada jin atau dukun untuk mengetahui perkara gaib, mencari kekayaan, membalas dendam, mendapatkan pengasihan, maupun menyelesaikan persoalan kehidupan.
Namun, menurut Hermansyah, ada bentuk "berteman dengan syaitan" yang justru lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketika seseorang mengetahui kebenaran tetapi terus memilih kebatilan, ia sedang mengikuti jalan syaitan.
Begitu pula ketika seseorang melakukan korupsi, menipu, memakan harta orang lain, menyebarkan fitnah, merusak rumah tangga orang lain, mengadu domba, melakukan kezaliman, atau menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi.
Syaitan Bisa Bekerja melalui Media Sosial
Hermansyah mengingatkan bahwa syaitan tidak hanya bekerja melalui perkara yang dianggap mistis.
"Syaitan juga bekerja di rumah kita. Syaitan bisa bekerja di kantor kita. Syaitan bisa bekerja di organisasi kita. Syaitan bisa bekerja di media sosial kita. Bahkan syaitan bisa bekerja melalui lisan kita."
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan berita yang belum jelas, merasa senang ketika melihat orang lain jatuh, memelihara dendam, mengadu domba, atau merasa paling benar sambil merendahkan orang lain.
"Jangan-jangan saya sedang membantu pekerjaan syaitan?" kata Hermansyah, mengajak jamaah melakukan introspeksi.
Ia menjelaskan manusia juga dapat menjadi "syaitan manusia" ketika memilih jalan penyesatan, kejahatan, dan permusuhan terhadap kebenaran.
Hal itu disebut dalam QS. Al-An'am ayat 112 melalui istilah syayathin al-ins atau syaitan dari kalangan manusia.
Jangan Mengikuti Langkah Syaitan
Hermansyah mengatakan yang perlu diwaspadai bukan hanya keberadaan syaitan di luar diri manusia, tetapi juga sifat-sifat syaitan yang dapat tumbuh dalam diri.
Iblis memiliki sifat sombong. Karena itu, manusia harus memerangi kesombongan.
Iblis membangkang terhadap perintah Allah. Karena itu, manusia harus membiasakan diri untuk taat.
Syaitan menipu dengan memperindah keburukan. Karena itu, manusia harus belajar membedakan sesuatu yang benar-benar baik dari sesuatu yang hanya terlihat baik.
Syaitan menebarkan permusuhan. Karena itu, manusia harus menjadi orang yang mendamaikan.
Syaitan mengajak manusia menjauh dari Allah. Karena itu, manusia harus memperkuat hubungan dengan Allah melalui salat, Al-Qur'an, dzikir, doa, dan amal saleh.
Allah SWT mengajarkan manusia agar tidak mengikuti langkah-langkah syaitan.
وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ
"Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan." (QS. Al-Baqarah: 168)
Hermansyah menjelaskan kata "langkah-langkah" menunjukkan bahwa penyesatan sering berlangsung secara bertahap.
Seseorang bisa memulai dari melihat, kemudian tertarik, mencoba, terbiasa, hingga akhirnya sulit meninggalkannya.
"Karena itu, jangan menunggu dosa menjadi besar untuk berhenti. Putuslah sejak langkah pertama," katanya.
Jangan Menjadi "Teman" Pekerjaan Syaitan
Pada akhirnya, Hermansyah mengatakan pertanyaan tentang "bolehkah berteman dengan syaitan?" bukan hanya persoalan tentang jin atau Iblis.
Pertanyaan tersebut juga berkaitan dengan pilihan manusia dalam menjalani kehidupan.
"Apakah kita mengikuti petunjuk Allah atau bisikan syaitan? Apakah kita memilih kejujuran atau kebohongan? Apakah kita memilih amanah atau pengkhianatan? Apakah kita memilih persaudaraan atau permusuhan? Apakah kita memilih kesederhanaan atau keserakahan? Apakah kita memilih ketakwaan atau memperturutkan hawa nafsu?"
Ia kembali mengingatkan firman Allah SWT dalam QS. Fatir ayat 6:
إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا
"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagi kalian, maka jadikanlah ia sebagai musuh."
"Maka jangan berteman dengan syaitan. Jangan pula menjadi 'teman' bagi pekerjaan syaitan," ujar Hermansyah.
Ia mengajak umat menjadi manusia yang menjadi sahabat bagi kebaikan, penebar kedamaian, penjaga amanah, pembela kebenaran, dan hamba yang semakin dekat kepada Allah SWT.
Dalam penutup kajiannya, Hermansyah mengajak jamaah memohon perlindungan Allah SWT dari godaan syaitan serta memohon kekuatan untuk mengenali bisikan keburukan, menolaknya, dan tetap istiqamah di jalan Allah SWT.
اللهم إنا نعوذ بك من الشيطان الرجيم، ومن همزه ونفخه ونفثه.
Ya Allah, lindungilah kami dari godaan syaitan yang terkutuk. Bersihkan hati kami dari kesombongan, iri hati, dendam, kebencian, dan berbagai penyakit hati.
Jadikan kami hamba-Mu yang taat, jujur, amanah, dan senantiasa mengikuti jalan-Mu.
Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzabannar.* (ad)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyampaikan permintaan maaf kepada para pelajar yang menjadi korban dugaan keracunan setel
PERISTIWA
OlehEben E. SiadariPRABOWO pernah berkata, ia tidak suka membaca pidato resmi. Ia bahkan pernah berkelakar, bukan hanya hadirin yang bosan
OPINI
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 15 Agustus
PERISTIWA
JAKARTA Harga sejumlah bahan pangan pada akhir pekan ini, Sabtu, 15 Agustus 2026, bergerak fluktuatif. Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk atau Antam kembali mengalami kenaikan pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Berdasarkan pemantau
EKONOMI
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi dua orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7
PERISTIWA
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG melemah tipis sepanjang perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pekan 1014 Agustus 20
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto membuka wacana pembentukan pengadilan ad hoc khusus untuk mengusut pengurus dan jajaran direksi badan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi.
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh tingkatan pemerintahan melakukan efisiensi anggaran dengan memangkas pengeluaran yang
NASIONAL