BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal: Ini Makna, Sejarah dan Dalilnya

Adelia Syafitri - Selasa, 25 Agustus 2026 08:01 WIB
Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiulawal: Ini Makna, Sejarah dan Dalilnya
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan peringatan kelahiran Rasulullah SAW yang diperingati umat Islam setiap 12 Rabiulawal, bulan ketiga dalam kalender Hijriah.

Peringatan Maulid Nabi biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan, seperti membaca sholawat, pengajian, bersedekah, dan ibadah lain yang bernilai positif.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara umat Islam mengekspresikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW sekaligus mengenang perjuangan beliau dalam menyebarkan ajaran Islam.

Baca Juga:

Secara bahasa, kata maulid atau milad dalam bahasa Arab berarti hari lahir. Sementara kata Nabi dalam istilah Maulid Nabi merujuk kepada Nabi Muhammad SAW.

Dengan demikian, Maulid Nabi dapat dipahami sebagai peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dalam tradisi umat Islam, peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa gembira, cinta, dan penghormatan kepada Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid juga kerap menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk mempelajari kembali kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW serta menjadikannya sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari.

Sejarah mengenai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki sejumlah catatan dari berbagai periode pemerintahan Islam.

Mengutip buku Maulid Nabi Muhammad SAW karya Dadan Kurniawan, salah satu catatan mengenai perayaan Maulid Nabi yang diselenggarakan secara resmi oleh otoritas negara merujuk pada masa Daulah Fatimiyah di Mesir.

Pada masa Dinasti Fatimiyah, peringatan Maulid Nabi menjadi bagian dari rangkaian perayaan hari besar keagamaan.

Peringatan tersebut juga mencakup kelahiran Ali bin Abi Thalib, Fatimah az-Zahra, Hasan, dan Husain.

Pada masa itu, kegiatan peringatan dilakukan oleh kalangan istana dengan pembagian sedekah dalam jumlah besar, manisan, serta pidato keagamaan.

Dalam perkembangannya, peringatan Maulid Nabi juga dikenal pada masa pemerintahan Sultan Salahuddin Al-Ayyubi.

Peringatan tersebut diselenggarakan dalam bentuk kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat.

Pembahasan mengenai Maulid Nabi Muhammad SAW juga berkaitan dengan sejumlah dalil mengenai kecintaan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW, termasuk anjuran bersholawat.

Salah satu ayat yang menjadi landasan anjuran bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-Ahzab ayat 56.

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Artinya: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya."

Mengutip tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia, ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW dan para malaikat memohonkan ampunan untuknya.

Umat Islam kemudian dianjurkan untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW dan mengucapkan salam dengan penuh penghormatan.

Selain ayat Al-Qur'an tersebut, terdapat pula hadis yang diriwayatkan Imam Muslim mengenai puasa pada hari Senin.

Abu Qatadah menceritakan bahwa Nabi Muhammad SAW pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin. Rasulullah SAW kemudian bersabda:

"Itu adalah hari aku dilahirkan dan hari aku diutus atau diturunkannya wahyu kepadaku." (HR. Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW memiliki makna penting dalam kehidupan beliau.

Hal itu ditunjukkan melalui amalan puasa pada hari Senin.

Bagi umat Islam, peringatan Maulid Nabi menjadi momentum untuk kembali mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW, memperbanyak sholawat, serta meneladani akhlak dan ajaran beliau dalam kehidupan sehari-hari.* (ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolda Aceh Hadiri Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman, Perkuat Kebersamaan dengan Masyarakat
Menelusuri Sejarah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta Ragam Tradisinya di Indonesia
Pemerintahan yang Adil Tidak Alergi Kritik
Bukan Dilarang, Ini Batasan Berhias bagi Perempuan dalam Islam
Fakir dan Miskin Ternyata Berbeda, Begini Penjelasannya dalam Islam
Kiat Menggapai Keluarga SAMARA, dari Memperkuat Iman hingga Mengendalikan Emosi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru