Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Kedua, tabayyun atau melakukan klarifikasi.
Sebelum menyebarkan
informasi, terutama melalui grup percakapan dan
media sosial, masyarakat diminta memastikan terlebih dahulu kebenaran
informasi tersebut.
Ketiga, kafful adza, yaitu menahan diri dari tindakan yang dapat menyakiti orang lain.
Prinsip ini termasuk tidak menjadikan kekurangan fisik maupun status sosial seseorang sebagai bahan ejekan atau bullying.
Baca Juga:
Media Sosial Diminta Jadi Sarana SyiarAhmad Khusairi mengatakan generasi saat ini hidup pada era ketika informasi dapat menyebar hanya dalam hitungan detik.
Karena itu, penggunaan media sosial harus disertai tanggung jawab.
"Jangan biarkan media sosial menjadi ladang dosa yang menguras pahala amal ibadah. Jadikan HP kita sebagai alat syiar, bukan alat celaan," tegasnya.
Ia meminta masyarakat mempertimbangkan setiap konten yang hendak dibagikan.
Salah satu pertanyaan yang perlu diajukan kepada diri sendiri adalah apakah unggahan tersebut sesuai dengan akhlak yang dicontohkan Rasulullah.
Saat menyebarkan sesuatu, tanyakan pada diri sendiri: "Apakah Rasulullah ridha jika melihat ketikan atau video saya ini?"
Ahmad Khusairi juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali adab dan menjaga kehormatan sesama.
Ia meminta meunasah dan masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk menuntut ilmu, berdiskusi dengan santun, dan mempererat silaturahmi.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.