Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto menilai kedekatan pemerintah dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah penting untuk menjaga keamanan sekaligus mendorong kebangkitan bangsa. Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Prabowo menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki peran besar dalam kehidupan bangsa. Menurutnya, pemerintah atau umaro perlu menjaga hubungan yang dekat dengan keduanya.
"Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar, juga oleh Kyai Hasib. Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umaro harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah," kata Prabowo dalam pidatonya.Baca Juga:
Prabowo mengatakan NU selama ini selalu hadir dalam berbagai momentum penting, termasuk ketika bangsa Indonesia menghadapi krisis.
"Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas keamanan perdamaian dan masa depan bangsa Indonesia," ujarnya.
Menurut Prabowo, keberadaan NU dan Muhammadiyah tidak hanya penting dari sisi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menopang kehidupan bangsa.
Ia menyebut kedua organisasi tersebut sebagai aset bangsa yang sangat besar. Prabowo bahkan mengakui dukungan NU dan Muhammadiyah menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan politiknya hingga menjadi Presiden RI.
"Jadi, kalau saya sebagai presiden mandataris dari rakyat ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris dari rakyat," tegasnya.
Prabowo juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran kedua organisasi tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan terus berupaya memberdayakan NU, pesantren-pesantren di bawah naungan NU, serta Muhammadiyah.
"Dan saya tidak ragu-ragu saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan memperkuat memberdayakan Nahdlatul Ulama pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah," kata Prabowo.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi agenda penting NU untuk membahas berbagai persoalan organisasi dan kepemimpinan lima tahun ke depan.
Kehadiran Presiden dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU juga menjadi momentum penegasan hubungan pemerintah dengan organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas di tengah masyarakat.
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA