BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

'Tanpa NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Mungkin Jadi Presiden,' Prabowo Janji Perkuat Dua Ormas Islam Ini

Johan - Kamis, 27 Agustus 2026 19:19 WIB
'Tanpa NU dan Muhammadiyah, Saya Tak Mungkin Jadi Presiden,' Prabowo Janji Perkuat Dua Ormas Islam Ini
Presiden Prabowo Subianto, saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JOMBANG - Presiden Prabowo Subianto menilai kedekatan pemerintah dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah penting untuk menjaga keamanan sekaligus mendorong kebangkitan bangsa. Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Prabowo menyebut NU dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi kemasyarakatan Islam yang memiliki peran besar dalam kehidupan bangsa. Menurutnya, pemerintah atau umaro perlu menjaga hubungan yang dekat dengan keduanya.

"Yang disampaikan oleh Gus Yahya itu sangat benar, juga oleh Kyai Hasib. Kalau bangsa ini mau bangkit dan mau aman, pemerintah, umaro harus selalu dekat dengan Nahdlatul Ulama dan juga Muhammadiyah," kata Prabowo dalam pidatonya.

Baca Juga:

Prabowo mengatakan NU selama ini selalu hadir dalam berbagai momentum penting, termasuk ketika bangsa Indonesia menghadapi krisis.

"Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas keamanan perdamaian dan masa depan bangsa Indonesia," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberadaan NU dan Muhammadiyah tidak hanya penting dari sisi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan sosial yang menopang kehidupan bangsa.

Ia menyebut kedua organisasi tersebut sebagai aset bangsa yang sangat besar. Prabowo bahkan mengakui dukungan NU dan Muhammadiyah menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan politiknya hingga menjadi Presiden RI.

"Jadi, kalau saya sebagai presiden mandataris dari rakyat ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris dari rakyat," tegasnya.

Prabowo juga menyampaikan komitmennya untuk memperkuat peran kedua organisasi tersebut. Ia mengatakan pemerintah akan terus berupaya memberdayakan NU, pesantren-pesantren di bawah naungan NU, serta Muhammadiyah.

"Dan saya tidak ragu-ragu saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan memperkuat memberdayakan Nahdlatul Ulama pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah," kata Prabowo.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo di hadapan peserta Muktamar ke-35 NU yang berlangsung pada 27-30 Agustus 2026. Forum tersebut menjadi agenda penting NU untuk membahas berbagai persoalan organisasi dan kepemimpinan lima tahun ke depan.

Kehadiran Presiden dalam pembukaan Muktamar ke-35 NU juga menjadi momentum penegasan hubungan pemerintah dengan organisasi keagamaan yang memiliki jaringan luas di tengah masyarakat.

Prabowo berharap sinergi antara pemerintah, NU dan Muhammadiyah dapat terus diperkuat untuk menjaga stabilitas, membangun kehidupan sosial yang harmonis serta mendukung agenda pembangunan nasional.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Kunjungi Simeulue, Perkuat Revitalisasi Pendidikan Muhammadiyah di Aceh
Bikin Pariwisata Aceh Makin 'Cuan', Terobosan Digital JAKLOM-GeoPAD Garapan Unmuha Siap Dongkrak PAD
Tiga Dosen Unmuha Raih Sertifikat Hak Cipta dari Kementerian Hukum Aceh, Perkuat Perlindungan Karya Akademik
Bupati Batu Bara Hadiri Pelantikan Pimpinan Cabang IMM, Dorong Kader Berkontribusi untuk Daerah
PDM Aceh Besar Ajak Warga Muhammadiyah Dukung Pembangunan TK ABA Indrapuri
Misteri Mulut Berbusa Sutrimo, Polisi Kejar Klarifikasi dari Dokter RS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru