Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sejumlah ahli hadis kemudian melakukan perhitungan berdasarkan rentang waktu antara umat Yahudi, umat Nasrani dan masa diutusnya Nabi Muhammad SAW.
Dari perhitungan tersebut muncul angka sekitar 1.400 tahun lebih sedikit.
Meski demikian, perhitungan tersebut tidak dapat dijadikan kepastian bahwa umat Islam akan berakhir pada tahun tertentu.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya, mengingatkan bahwa waktu terjadinya kiamat hanya diketahui oleh Allah SWT.
Menurut dia, Rasulullah SAW juga tidak pernah menentukan kapan kiamat akan terjadi.
Nabi Muhammad SAW hanya memberikan gambaran mengenai dahsyatnya hari kiamat serta tanda-tanda yang akan mendahuluinya.
"Pasti datang hari kiamat. Cuman apakah kita sudah punya persiapan? Pakai hitungan segala macam. Biarpun dinisbatkan kepada ulama sudah dikatakan tidak ada yang tahu hari kiamat (tiba) kecuali Allah," jelas Buya Yahya dalam ceramah yang diunggah di YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Senin (5/10/2026).
Buya Yahya juga menegaskan bahwa angka 1.500 tidak boleh dipahami sebagai kepastian waktu terjadinya kiamat kubra atau kehancuran alam semesta.
"Kalau ada seseorang (yang mengatakan) 1500 kiamat, maksudnya gimana ini? Kiamat apa? Apakah kiamat kubra dengan leburnya semesta ini? Oh bukan. Enggak boleh kita ngomong itu karena sudah dikatakan yang tahu hanya Allah," tegasnya.
Al-Qur'an secara tegas menyebut bahwa waktu terjadinya kiamat merupakan pengetahuan Allah SWT.
Manusia tidak diberikan kepastian mengenai kapan hari tersebut berlangsung.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A'raf ayat 187:
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.