BREAKING NEWS
Senin, 12 Oktober 2026

Wanti-wanti Hedonisme Zaman Now, PDM Aceh Besar Ajak Warga Ketat Terapkan Pedoman Hidup Islami

T.Jamaluddin - Senin, 12 Oktober 2026 08:20 WIB
Wanti-wanti Hedonisme Zaman Now, PDM Aceh Besar Ajak Warga Ketat Terapkan Pedoman Hidup Islami
Ustadz Sayed Muhammad Husen wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Besar memberikan pengajian di PCM/PCA Syiah Kuala. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sayed turut menyoroti pentingnya profesionalisme dalam pengelolaan organisasi dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Menurut dia, organisasi perlu dikelola dengan mengedepankan amanah, kejujuran, kedisiplinan, musyawarah, kaderisasi, dan tanggung jawab.

Ia mengingatkan bahwa AUM merupakan amanah umat sekaligus sarana dakwah sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"Amal usaha bukan milik pribadi atau keluarga. Pengelolaannya harus berorientasi pada pelayanan terbaik dan kemaslahatan umat," demikian penegasan Sayed mengenai prinsip pengelolaan AUM dalam PHIWM.


Dalam bidang ekonomi dan pekerjaan, ia menjelaskan bahwa kegiatan bisnis harus dijalankan secara halal, jujur, adil, serta tidak merugikan pihak lain. Harta juga memiliki fungsi sosial yang dapat diwujudkan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Setiap profesi, lanjutnya, harus dijalankan dengan kompetensi, komitmen, dan tanggung jawab. Praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta penyalahgunaan profesi bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang menjadi landasan PHIWM.

Sayed juga menekankan pentingnya partisipasi warga Muhammadiyah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan menjunjung keadilan, kebenaran, persatuan, dan amanah. Politik, menurutnya, perlu diarahkan sebagai sarana pengabdian dan perbaikan kehidupan masyarakat, bukan semata-mata alat untuk meraih kekuasaan.

Selain itu, tanggung jawab warga Muhammadiyah mencakup pelestarian lingkungan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pemanfaatan seni dan budaya untuk kemaslahatan masyarakat dan pembangunan peradaban.

Ia menegaskan, kesalehan pribadi perlu berjalan beriringan dengan tanggung jawab sosial. Keimanan harus tercermin dalam perilaku, ilmu menjadi panduan dalam bertindak, sedangkan ibadah perlu diwujudkan melalui pengabdian dan amal nyata.

"Kesalehan pribadi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Iman menjadi keyakinan, ilmu menjadi panduan, akhlak menjadi perilaku, ibadah menjadi pengabdian, dan amal menjadi bukti," ujar Sayed.

Ia berharap warga Muhammadiyah dapat menerapkan PHIWM secara konsisten dalam kehidupan pribadi maupun kolektif. Para pimpinan organisasi juga dinilai memiliki peran penting untuk menggerakkan potensi warga agar pedoman tersebut menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.

Penerapan PHIWM diharapkan memperkuat keteladanan warga Muhammadiyah di tengah masyarakat sekaligus mendorong semangat berlomba-lomba dalam kebaikan menuju terwujudnya masyarakat Islam yang sebenar-benarnya.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pengajian di Masjid Taqwa Banda Aceh Bahas Makna Tidur dan Kematian dari Perspektif Medis Serta Agama
Menembus Jalan Rusak dan Bukit, Da’i Muhammadiyah Aceh Berdakwah ke Pedalaman Aceh Jaya
Resmi Dipilih PP Muhammadiyah Stadion Teladan Medan Jadi Arena Pembukaan Muktamar ke-49
Hitung Mundur 400 Hari Muktamar ke-49 Muhammadiyah, Panitia Siapkan 2 Posko Utama di Medan
Biar Gak Cuma Kejar Gelar Dekan FT UMSU Pesan Maba Jadi 'Insinyur Humanis' dan Hapus Senioritas
Sentil Kader IMM UMSU di Era AI, Anggota DPRD Medan: Jangan Cuma Jago Organisasi, Bikin Inovasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru