Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Dalam ajaran Islam, kedudukan seseorang di sisi Allah SWT tidak hanya dilihat dari kekayaan, jabatan, atau status sosial.
Keimanan dan ilmu pengetahuan menjadi bagian penting yang menentukan kemuliaan seorang manusia.
Al-Qur'an menjelaskan bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat dua golongan manusia, yakni orang-orang yang beriman dan mereka yang memiliki ilmu pengetahuan.
Baca Juga:
Penjelasan tersebut tercantum dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11.
Ayat ini menegaskan bahwa iman dan ilmu merupakan dua hal penting yang harus dimiliki seorang Muslim dalam menjalani kehidupan.
Selain menjanjikan kedudukan yang tinggi, Allah SWT juga mengajarkan pentingnya sikap saling menghormati, rendah hati, dan memberikan ruang kepada orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.
Dalil Dua Golongan yang Ditinggikan Derajatnya oleh Allah SWT
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجٰلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللّٰهُ لَكُمْۚ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۙ وَالَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَ دَرَجٰتٍۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ
Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis," lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, "Berdirilah," (kamu) berdirilah. Allah niscaya akan mengangkat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (QS Al-Mujadalah: 11)
Ayat tersebut memperlihatkan bahwa Allah SWT memberikan kedudukan istimewa kepada orang-orang yang memiliki keimanan serta ilmu pengetahuan.
Namun, kemuliaan itu tidak hanya berkaitan dengan apa yang diyakini atau diketahui seseorang.
Sikap dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari juga menjadi bagian penting dari ajaran tersebut.
Golongan Pertama: Orang yang Beriman dan Taat kepada Allah
Berdasarkan Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama Republik Indonesia, golongan pertama yang akan ditinggikan derajatnya adalah orang-orang yang beriman kepada Allah SWT.
Keimanan tersebut tidak cukup hanya diucapkan, tetapi perlu diwujudkan melalui ketaatan dalam menjalankan perintah agama dan menjauhi segala larangan-Nya.
Orang beriman juga diharapkan mampu menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, menciptakan suasana damai, dan memberikan rasa aman dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, keimanan tidak hanya terlihat dari ibadah yang dilakukan, tetapi juga dari cara seseorang memperlakukan orang lain.
Sikap jujur, saling membantu, menghormati sesama, dan tidak merugikan orang lain menjadi contoh sederhana dari nilai keimanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Golongan Kedua: Orang Berilmu yang Mengamalkan Pengetahuannya
Golongan kedua yang mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT adalah orang-orang yang memiliki ilmu pengetahuan.
Menurut penjelasan tafsir Kementerian Agama, ilmu yang dimaksud bukan sekadar pengetahuan yang dimiliki seseorang, melainkan ilmu yang diamalkan sesuai dengan perintah Allah SWT dan tuntunan Rasul-Nya.
Artinya, seseorang tidak cukup hanya memiliki pendidikan tinggi atau menguasai banyak pengetahuan.
Ilmu tersebut juga harus digunakan untuk melakukan kebaikan dan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Dalam Islam, ilmu memiliki peran penting untuk membantu manusia memahami ajaran agama, menyelesaikan persoalan, dan membedakan perbuatan yang benar dengan yang salah.
Karena itu, menuntut ilmu menjadi bagian penting dari kehidupan seorang Muslim.
Pengetahuan yang digunakan untuk membantu orang lain, mengajarkan kebaikan, serta memberikan solusi atas persoalan masyarakat merupakan contoh pemanfaatan ilmu yang sejalan dengan nilai-nilai Islam.
Mengapa Iman dan Ilmu Harus Berjalan Bersama?
Dalam buku Tafsir Tarbawi Progresif karya Asnawi dan sejumlah penulis lainnya, Surah Al-Mujadalah ayat 11 dijelaskan sebagai salah satu dasar pentingnya hubungan antara iman dan ilmu.
Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam membentuk pribadi manusia yang baik.
Ilmu pengetahuan membantu seseorang memahami berbagai persoalan kehidupan dan menemukan cara untuk menyelesaikannya.
Sementara itu, iman menjadi pedoman moral agar ilmu yang dimiliki tidak digunakan untuk melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
Seseorang yang memiliki ilmu tanpa tanggung jawab dapat menyalahgunakan pengetahuannya.
Sebaliknya, keimanan yang disertai pemahaman akan membantu seseorang menjalankan ajaran agama dengan lebih baik.
Karena itu, Islam mendorong umatnya untuk terus belajar, memperluas pengetahuan, dan mengamalkannya secara bertanggung jawab.
Allah SWT Mengetahui Setiap Perbuatan Manusia
Pada bagian akhir Surah Al-Mujadalah ayat 11, Allah SWT menegaskan bahwa tidak ada satu pun perbuatan manusia yang luput dari pengetahuan-Nya.
Penegasan tersebut menjadi pengingat bahwa seluruh tindakan manusia, baik yang terlihat maupun tersembunyi, akan mendapatkan penilaian dan balasan sesuai dengan ketentuan Allah SWT.
Dalam penjelasan tafsir Kementerian Agama, perbuatan baik akan mendapatkan balasan kebaikan, sedangkan perbuatan jahat dan terlarang akan mendapatkan balasan sesuai dengan keadilan Allah SWT.
Janji meninggikan derajat orang beriman dan berilmu juga menunjukkan bahwa kemuliaan dalam Islam tidak semata-mata diukur melalui keberhasilan duniawi.
Kemuliaan tersebut dapat berkaitan dengan kedudukan seseorang di dunia serta pahala yang diterimanya di akhirat.
Surah Al-Mujadalah ayat 11 sekaligus memberikan pesan bahwa setiap Muslim memiliki kesempatan untuk meraih kemuliaan dengan meningkatkan keimanan, memperdalam ilmu pengetahuan, dan memperbanyak amal kebaikan.
Dengan iman sebagai pedoman dan ilmu sebagai bekal, manusia diharapkan mampu menjalani kehidupan yang bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
Wallahu a'lam bishawab.* (d/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.