Kasus Penyelundupan Sabu 1,9 Ton, Juru Mudi Kapal Sea Dragon Divonis 15 Tahun
BATAM Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa Leo Candra Samosir, juru mudi kapa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) Iqbal Cheisa Wiguna menyampaikan bahwa jika aksi "Indonesia Gelap" yang digelar pada Senin (17/2/2025) tidak memperoleh perhatian serius dari pemerintah, mereka akan menggelar aksi lanjutan yang lebih besar. Iqbal menegaskan, hal tersebut bergantung pada respons pemerintah terhadap protes yang disampaikan para mahasiswa, yang telah berkumpul di Patung Kuda dan Istana Negara, Jakarta Pusat.
"Mungkin akan ada aksi-aksi lanjutan lainnya yang pastinya akan lebih besar ke depannya," kata Iqbal saat ditemui di Lapangan FISIP UI, Senin.
Aksi hari ini diikuti oleh sekitar 1.000 mahasiswa yang berangkat dari Kampus UI di Depok menuju Jakarta pada pukul 12.00 WIB. Jika mereka tidak bisa mencapai Istana Negara, Iqbal menegaskan bahwa aksi akan dipusatkan di Patung Kuda, Jakarta.
"Teman-teman UI akan bergabung dengan massa nasional dari BEM Seluruh Indonesia dan Aliansi Masyarakat Sipil. Kami akan fokuskan massa di Istana Negara, apabila tidak sampai ke sana, kami akan mentok di Patung Kuda," ujar Iqbal.
Pengamatan Kompas.com pada pukul 14.25 WIB di Patung Kuda, terlihat kelompok mahasiswa dari UHAMKA dan UPN Veteran Jakarta yang telah tiba. Meskipun barikade beton sudah dipasang di Jalan Medan Merdeka Barat, aksi belum dimulai karena hujan deras yang mengguyur. Akibat penutupan ruas jalan ini, lalu lintas di sekitar Patung Kuda terpantau padat.
BEM UI dalam aksinya menyampaikan lima tuntutan utama, yaitu:
Mendesak pemerintah untuk mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran.
Mengevaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang masih dinilai kurang tepat dalam pelaksanaannya.
Mencabut pasal dalam RUU Minerba yang memungkinkan kampus mengolah izin tambang, demi menjaga independensi akademik.
Meminta pemerintah untuk mencairkan tunjangan dosen dan tenaga pendidik tanpa ada pemotongan atau hambatan birokrasi.
Memprotes inkonsistensi pemerintah dalam mengambil dan membuat kebijakan.
Para mahasiswa terus menuntut agar suara mereka didengar dan kebijakan yang lebih berpihak pada masyarakat dapat segera diwujudkan. Aksi ini merupakan bagian dari perjuangan mereka untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai merugikan berbagai sektor.
(km/n14)
BATAM Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam menjatuhkan hukuman 15 tahun penjara kepada terdakwa Leo Candra Samosir, juru mudi kapa
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Kapten kapal Sea Dragon Tarawa, Hasiholan Samosir (54), dijatuhi hukuman penjara seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Memasuki hari ke19 Ramadan 1447 H, umat Muslim diingatkan agar tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga memperbanyak ama
AGAMA
JAKARTA Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan pemerintah tetap mempertahankan pagu anggaran program Makan Bergizi Gratis (M
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meresmikan 218 jembatan yang dibangun di berbagai wilayah terdampak bencana dan daerah terpencil di In
PEMERINTAHAN
JAKARTA Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada 19 Maret 2026 untuk menetapkan awal Syawal 1447 Hijriyah, sekaligus
NASIONAL
MEDAN Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Doddy Hanggodo, melakukan kunjungan ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Ut
NASIONAL
TAPANULI SELATAN, SUMUT Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara tengah menyelidiki dugaan korupsi terkait proyek pembangunan gedung Cip
PEMERINTAHAN
JAKARTA Aparat kepolisian dari Bareskrim Polri intensif memburu dua buronan jaringan narkoba yang diduga berada di bawah kendali Erwin I
HUKUM DAN KRIMINAL
KISARAN, ASAHAN Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Asahan bersama Pemerintah Kabupaten Asahan melaksanakan penyaluran Zakat, I
PEMERINTAHAN