Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAMBI -Suasana di kawasan industri PT Hoktong, pabrik pengolahan karet yang terletak di Sijinjang, Jambi, memanas pada Rabu pagi (21/5/2025).
Sekelompok anggota dari Aliansi Wartawan Siber Indonesia (AWaSI) Jambi melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap dugaan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas pabrik serta ketidaktransparanan dalam perekrutan tenaga kerja asing (TKA).
Aksi damai ini dimulai pada pukul 09.00 WIB dan menarik perhatian luas dari masyarakat sekitar serta para pekerja pabrik. Para demonstran membawa spanduk dan poster yang menuntut PT Hoktong agar segera bertanggung jawab atas dugaan pencemaran limbah yang mencemari lingkungan dan meminta pihak perusahaan lebih terbuka mengenai jumlah dan status tenaga kerja asing yang dipekerjakan di pabrik tersebut.
Ketua Umum AWaSI Jambi, Erfan Indriyawan, SP, dalam orasinya menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk keprihatinan terhadap kondisi lingkungan yang tercemar dan pentingnya transparansi informasi bagi masyarakat sekitar. "Kami mendesak PT. Hoktong untuk segera memberikan klarifikasi terkait pengelolaan limbah dan membeberkan data tenaga kerja asing yang bekerja di sini. Tidak boleh ada yang ditutup-tutupi," tegas Erfan di hadapan peserta aksi.
Menurut Erfan, warga sekitar pabrik telah lama mengeluhkan bau menyengat yang berasal dari limbah pabrik, serta perubahan kualitas air sungai yang biasa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. "Jika ini terus dibiarkan, dampaknya bisa sangat besar bagi kesehatan dan keselamatan warga," tambahnya.
Pihak perusahaan akhirnya memberikan akses kepada sejumlah wartawan dari AWaSI Jambi untuk melakukan pertemuan dengan manajemen PT Hoktong. Dalam pertemuan yang berlangsung singkat tersebut, Kasma Adinata, selaku Kepala Bagian HRD, memberikan keterangan yang mengejutkan.
"Potong kepala saya kalau memang ada tenaga kerja asing di sini," ucap Kasma dengan nada tinggi. Ia bahkan menyebutkan bahwa dirinya adalah seorang pelatih silat, seakan menyampaikan bahwa dirinya siap menghadapi tekanan dari pihak manapun. Namun pernyataan tersebut dinilai beberapa awak media sebagai sikap emosional dan kurang proporsional, mengingat kondisi fisik Kasma yang tampak lemas dan berkeringat, menunjukkan ketidaksiapan dalam menghadapi tekanan publik.
Terkait isu limbah, Kasma tidak memberikan penjelasan yang memadai dan hanya menyebut bahwa masalah limbah adalah tanggung jawab seorang staf bernama Basuki, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut. Pertemuan pun berakhir secara sepihak, meninggalkan banyak pertanyaan yang belum terjawab.
Meskipun aksi ini berlangsung damai dan tertib, sempat terjadi ketegangan saat pernyataan HRD yang dianggap menyinggung para peserta aksi. Menanggapi situasi tersebut, AWaSI Jambi menyatakan bahwa mereka akan terus memantau perkembangan permasalahan ini dan tidak menutup kemungkinan untuk menggelar aksi lanjutan jika tidak ada tindak lanjut konkret dari pihak perusahaan maupun pemerintah daerah.
"Ini bukan hanya tentang kami sebagai wartawan, ini tentang hak warga untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan informasi yang transparan," tegas Erfan.
AWaSI juga menyatakan bahwa mereka akan membawa laporan hasil investigasi mereka ke pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, Imigrasi, dan lembaga pengawasan ketenagakerjaan, guna mendorong penyelidikan lebih lanjut atas dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh PT Hoktong.
Aksi ini menjadi peringatan bagi pelaku industri agar tidak mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam menjalankan usahanya serta pentingnya membuka diri terhadap pengawasan publik.*
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK