Dulu Dicibir Sampai Digugat WTO, Kini Investor Nikel Malah Antre ke RI
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
MEDAN - Sejumlah konsumen mengeluhkan ketidaksesuaian berat bersih pada kemasan minyak goreng merek SunCo yang diproduksi PT Musim Mas.
Berdasarkan hasil wawancara wartawan BITVOnline.com dengan sejumlah ibu rumah tangga di gerai Alfamart dan Indomaret, mereka mengaku kecewa. Karena berat minyak goreng yang yang mereka beli kemasan 2 liter, ternyata hanya memiliki berat kotor sekitar 1.800 gram saat ditimbang.
Sejumlah ibu rumah tangga, termasuk yang berinisial F dan W, menilai PT Musim Mas telah melakukan praktik curang yang merugikan konsumen dengan tidak mencantumkan berat yang sesuai pada kemasan minyak goreng SunCo.
Mereka merasa telah ditipu perusahan PT Musim Mas. Karena selama bertahun-tahun, mereka membeli minyak goreng SunCo tanpa mengetahui berat bersih yang tidak sesuai.
Kasus ini melibatkan konsumen yang merasa dirugikan, pihak ritel seperti Alfamart dan Indomaret yang menjual produk tersebut, serta produsen minyak goreng SunCo, PT Musim Mas.
Keluhan ini mencuat setelah sejumlah konsumen secara mandiri menimbang produk tersebut dan mendapati berat bersih yang tidak sesuai dengan yang tertera di kemasan.
Kasus ini mencuat di sejumlah toko ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Medan, Sumatera Utara. Namun belum diketahui apakah hal serupa terjadi di wilayah lain.
Para konsumen menilai praktik ini sangat merugikan karena mereka membayar harga penuh untuk produk yang tidak sesuai beratnya. Selain itu, mereka mempertanyakan pengawasan pemerintah yang dianggap lalai dalam mengawasi praktik bisnis yang merugikan masyarakat.
Banyak konsumen berharap pemerintah segera mengambil tindakan tegas terhadap PT Musim Mas agar hak-hak konsumen bisa dilindungi. Mereka mendesak pihak berwenang untuk melakukan inspeksi pasar. Inspeksi ini dimakssudkan untuk memastikan agar konsumen tidak lagi dirugikan.
Wartawan BITVOnline.com terus berusaha untuk komunikasi kepada PT Musim Mas untuk klarifikasi atas temuan ini.*
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menilai manfaat hilirisasi perlu dirasakan lebih adil oleh daerah pengh
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya menegaskan bahwa dari 996 senjata yang ditemukan di ruang Ketua Yayasan sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, J
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang dikelola Bank Indonesia, mencatat harga komoditas cabai rawit merah
EKONOMI
PANGKALPINANG Persoalan pemberitaan mengenai tin slag yang melibatkan PT Bumi Bangka Belitung Sejahtera (PT BBBS) memasuki babak baru. D
NASIONAL
JAKARTA Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyoroti kasus kematian W (30), mantan istri anggota Polri di Medan, yang disebut meninggal ka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyoroti maraknya konten hoaks aksi demonstrasi di media sosial yang dis
POLITIK
JAKARTA Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat menyebutkan korban yang berhasil diselamatkan dalam
PERISTIWA
JAKARTA Sosiolog dari Universitas Syiah Kuala Aceh, Ahmad Humam Hamid, menyampaikan harapannya usai Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabum
POLITIK
JAKARTA Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri dikerahkan untuk mendalami penyebab kebakaran yang melanda Gedung Badan Pendapat
PERISTIWA
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengklaim dirinya menjadi korban kriminalisasi setelah tersere
HUKUM DAN KRIMINAL