Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA -Di tengah gejolak ekonomi yang dipicu oleh kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat Donald Trump, masyarakat kini mempertanyakan apakah investasi saham di pasar modal masih lebih menarik dibandingkan dengan investasi emas.
Pada penutupan perdagangan kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada angka 5.996,14, mengalami penurunan signifikan sebesar 7,90 persen.
Penurunan ini menjadi koreksi harian terdalam dalam beberapa tahun terakhir, memicu kekhawatiran akan potensi krisis lanjutan.
Mengenai hal ini, analis pasar modal sekaligus founder Stocknow.id, Hendra Wardana, memberikan pandangan menarik.
Menurutnya, meskipun harga emas mengalami lonjakan yang signifikan dalam lima tahun terakhir dengan return mencapai 84 persen, saham-saham unggulan di IHSG juga mencatatkan performa serupa atau bahkan lebih tinggi, tergantung pada titik masuk investasi.
Hendra menambahkan bahwa meskipun emas sangat cocok sebagai instrumen lindung nilai, saham tetap unggul sebagai pilihan investasi jangka panjang untuk akumulasi kekayaan, asal investor tetap selektif dan konsisten dalam memilih saham yang tepat.
Emas Sebagai Investasi Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Harga emas terus menunjukkan tren kenaikan yang stabil.
Berdasarkan data terbaru dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam), harga emas logam mulia mengalami kenaikan pada Rabu, 9 April 2025, dengan harga emas Antam naik sebesar Rp 7.000 per gram, menjadi Rp 1.798.000 per gram.
Kenaikan juga terjadi pada harga emas UBS dan Galeri 24, masing-masing naik Rp 15.000 per gram.
Menurut data yang dirilis oleh PT Antam Tbk, meskipun harga emas mengalami fluktuasi dalam jangka pendek, dalam jangka panjang harga emas cenderung terus meningkat seiring inflasi.
Hal ini menjadikan emas sebagai pilihan investasi yang aman bagi investor yang menginginkan stabilitas nilai kekayaan.
Saham vs Emas: Mana yang Lebih Menguntungkan?
Sementara saham cenderung memiliki volatilitas yang lebih tinggi, dengan potensi return yang lebih besar, emas lebih stabil dan dianggap sebagai aset pelindung nilai dari inflasi.
Pilihan antara saham atau emas, menurut para ahli, sangat bergantung pada profil risiko investor dan tujuan investasi jangka panjang.
Dengan situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, baik investasi saham maupun emas memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
Investor disarankan untuk melakukan riset mendalam dan memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan dan toleransi risiko mereka.
Artikel ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham atau emas.
Semua rekomendasi dan analisis berasal dari analis sekuritas yang bersangkutan.
Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.
Pastikan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum mengambil keputusan investasi.*
(km/a)
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim PSSI dikabarkan tengah memproses naturalisasi Demiane Agustien, pemain muda yang saat ini terdaftar di Arsenal U21. Pemain
OLAHRAGA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA 2026 dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggu
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasion
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menerima audiensi Denny Indrayana, Refly Harun, dan sejumlah perwaki
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar ekspose atau gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan
HUKUM DAN KRIMINAL