BREAKING NEWS
Kamis, 30 April 2026

AS Desak Indonesia Impor Susu USD 18 Miliar, Kadin: Demi Neraca Dagang Seimbang

- Minggu, 11 Mei 2025 13:53 WIB
AS Desak Indonesia Impor Susu USD 18 Miliar, Kadin: Demi Neraca Dagang Seimbang
Ilustrasi.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Amerika Serikat mendesak Indonesia untuk meningkatkan impor produk agrikultur, khususnya susu, dalam rangka menyeimbangkan neraca perdagangan yang selama ini dinilai timpang.

Desakan ini muncul sebagai bagian dari negosiasi tarif impor yang tinggi yang diberlakukan era Presiden Donald Trump, salah satunya tarif 32 persen terhadap produk Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Strategis Kadin Indonesia, Erwin Aksa, dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Jumat (9/5/2025).

Ia mengungkapkan bahwa pengusaha AS berharap Indonesia dapat meningkatkan impor susu asal Negeri Paman Sam hingga mencapai USD 18 miliar atau sekitar Rp 297 triliun (kurs Rp 16.545 per dolar AS).

"Kita diminta untuk mengimpor lebih banyak susu agar terjadi balance of trade. Saat ini, Indonesia mengimpor 90 persen susu dari Australia dan Selandia Baru," ujar Erwin.

Impor Agrikultur dan Ketidakseimbangan Dagang

Menurut Erwin, saat ini Indonesia mencatatkan impor produk agrikultur dari AS sekitar USD 3 miliar, sementara ekspor kelapa sawit Indonesia ke AS mencapai USD 9 miliar. Ketimpangan ini disebut menjadi dasar Amerika menerapkan tarif tinggi dan menuntut keseimbangan.

"Karena defisit ini, kita diminta meningkatkan impor susu, daging, gandum, hingga etanol dari AS," tambahnya.

Hambatan Label Halal untuk Ekspor Daging AS

Erwin juga mengungkapkan keluhan dari pengusaha sektor pertanian AS terkait hambatan ekspor daging ke Indonesia akibat aturan label halal.

"Ekspor daging AS terkendala karena label halal di Indonesia. Mereka hanya bisa ekspor bagian tertentu seperti T-bone dan sirloin, bukan seluruh bagian sapi. Label halal ini menjadi catatan penting," jelasnya.

Namun, Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan bahwa label halal adalah prinsip penting dan tak bisa ditawar di Indonesia. Ia meminta agar pihak AS menghormati ketentuan halal versi Indonesia.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru