Rupiah Tembus Rp 18.000, Gubernur BI Ungkap 2 Strategi Stabilkan Nilai Tukar
JAKARTA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama dari sisi fiskal dan moneter untuk memperkuat nilai tu
EKONOMI
JAKARTA -Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, meluruskan informasi yang beredar terkait dugaan rencana aturan yang membatasi kepemilikan rumah hanya satu unit per orang.
Ia menegaskan bahwa tidak ada larangan maupun rancangan regulasi yang membatasi seseorang untuk memiliki lebih dari satu rumah.
"Tidak ada aturan melarang satu orang punya lebih dari satu rumah. Saya ngomongnya pelan-pelan ya. Jangan dibalik-balik ya," ujar Ara dengan tegas saat ditemui di Kantor Bappenas, Jakarta Pusat, Jumat (20/6/2025).
Pernyataan ini menjadi klarifikasi resmi dari beredarnya pemberitaan sebelumnya, yang menyebut bahwa pemerintah tengah merancang kebijakan pembatasan kepemilikan rumah demi mencegah spekulasi atau investasi properti oleh individu tertentu.
Ara sempat memberikan pernyataan beberapa hari sebelumnya bahwa pihaknya sedang mempersiapkan dan mendiskusikan masukan untuk rancangan Undang-Undang Perumahan. Saat itu, ia menjawab pertanyaan media soal upaya mengatur kepemilikan rumah agar tidak berlebihan dan menjadi alat spekulasi pasar.
Namun, Ara menegaskan, tidak pernah ada maksud untuk membatasi hak warga memiliki lebih dari satu rumah, terutama jika itu dimanfaatkan untuk tempat tinggal atau kegiatan ekonomi yang sah.
"Tidak ada pikiran, tidak ada rancangan, tidak ada rencana membuat aturan bahwa satu orang hanya boleh memiliki satu rumah. Itu tidak benar," tambahnya.
Lebih lanjut, Ara menjelaskan bahwa fokus utama Kementerian PKP saat ini adalah menyusun rancangan regulasi perumahan yang adil dan inklusif, termasuk upaya mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk pembangunan rumah bagi rakyat.
"Kami ingin memastikan tidak ada aset negara yang menganggur, sementara rakyat masih banyak yang kesulitan memiliki rumah. Tapi bukan berarti membatasi hak kepemilikan masyarakat yang sah," tegasnya.
Maruarar juga menyampaikan bahwa kebijakan perumahan ke depan akan lebih berorientasi pada keberpihakan terhadap rakyat kecil, khususnya mereka yang belum memiliki tempat tinggal layak. Namun pemerintah tetap menghargai hak milik warga dan pelaku usaha selama dalam koridor hukum.
"Kami tidak akan menghalangi niat baik, niat usaha, atau aktivitas legal masyarakat. Kami hanya ingin memastikan tidak ada ketimpangan akses terhadap perumahan," pungkasnya.
Dengan klarifikasi ini, masyarakat diharapkan tidak lagi keliru memahami arah kebijakan pemerintah dan tidak termakan hoaks atau informasi yang menyesatkan.*
(kp/j006)
JAKARTA Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan dua strategi utama dari sisi fiskal dan moneter untuk memperkuat nilai tu
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan apresiasi kepada pelatih Timnas Indonesia John Herdman yang berani memberikan kesempatan k
OLAHRAGA
JAKARTA Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut sektor pariwisata Indonesia saat ini berada pada jalur pertumbuhan yang posit
PARIWISATA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami penurunan pada perdagangan hari ini, Sabtu (6/6/2026). Harga em
EKONOMI
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyatakan dukungan penuh terhadap Badan Narkotika Nasional (BNN) yang berhasil membongkar j
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mengontrol kadar gula darah tidak selalu harus dilakukan dengan olahraga berat atau menghabiskan waktu di pusat kebugaran. Sebuah
KESEHATAN
SURABAYA Tanggal 6 Juni menjadi momentum penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, tahun 1901, lahir sosok yang kelak
SOSOK
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menanggapi usulan Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai yang mendorong agar
POLITIK
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat penurunan signifikan selama periode perdagangan 25 Juni 2026. Bursa Efek Indonesia
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, menyoroti potensi kenaikan harga obat di Indonesia yang dinilai dipicu oleh pelemahan n
EKONOMI