Di sisi lain, analis dari Commerzbank memperkirakan harga Brent berpotensi turun hingga ke kisaran US$ 65 per barel dalam beberapa bulan ke depan, mengingat kemungkinan terjadinya surplus pasokan saat memasuki musim gugur.
OPEC+ dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada 3 Agustus, dengan proyeksi akan menyetujui tambahan produksi sekitar 550.000 bph untuk bulan September.
Situasi ini menempatkan pasar minyak dalam posisi yang rentan terhadap volatilitas jangka pendek, sembari menantikan kepastian kebijakan dagang dari Washington dan respons strategis OPEC+ terhadap dinamika permintaan global.*