300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
JAKARTA – Harga minyak global dibuka melemah pada perdagangan awal pekan ini, setelah sempat menguat hampir 2% di sesi sebelumnya.
Sentimen negatif muncul seiring kekhawatiran pasar terhadap ancaman tarif baru dari Amerika Serikat (AS) dan peningkatan produksi minyak oleh OPEC+ yang melebihi ekspektasi.
Minyak mentah Brent berjangka tercatat turun sebesar 12 sen atau sekitar 0,2% ke level US$ 69,46 per barel.
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat juga mengalami pelemahan sebesar 25 sen atau 0,4% menjadi US$ 67,68 per barel.
Penurunan harga ini terjadi setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa tarif impor yang lebih tinggi akan diberlakukan mulai 1 Agustus mendatang, meski ia kemudian mengisyaratkan bahwa tenggat tersebut masih bisa berubah.
Ketidakpastian atas kebijakan tarif ini memicu kekhawatiran pasar terkait dampak negatif terhadap pertumbuhan ekonomi global dan permintaan energi, terutama minyak mentah.
Sentimen tersebut diperparah oleh keputusan kelompok OPEC+ yang menyepakati peningkatan produksi minyak sebesar 548.000 barel per hari (bph) pada bulan Agustus, jauh di atas estimasi pasar yang sebesar 411.000 bph.
Meski begitu, sebagian pelaku pasar masih memegang optimisme menjelang periode puncak permintaan bahan bakar selama musim panas di AS.
Data dari Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) menunjukkan bahwa posisi net-long investor pada kontrak futures dan opsi minyak mentah terus meningkat.
Di sisi lain, analis dari Commerzbank memperkirakan harga Brent berpotensi turun hingga ke kisaran US$ 65 per barel dalam beberapa bulan ke depan, mengingat kemungkinan terjadinya surplus pasokan saat memasuki musim gugur.
OPEC+ dijadwalkan kembali menggelar pertemuan pada 3 Agustus, dengan proyeksi akan menyetujui tambahan produksi sekitar 550.000 bph untuk bulan September.
Situasi ini menempatkan pasar minyak dalam posisi yang rentan terhadap volatilitas jangka pendek, sembari menantikan kepastian kebijakan dagang dari Washington dan respons strategis OPEC+ terhadap dinamika permintaan global.*
(bs/a008)
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL