Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan istilah baru dalam diskursus ekonomi nasional, yakni "serakahnomics", sebagai bentuk kritik terhadap praktik ekonomi yang hanya menguntungkan segelintir pihak dan menindas kepentingan rakyat kecil.
Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat meluncurkan 80.000 koperasi desa/kelurahan Merah Putih, Senin (21/7/2025), di hadapan para kepala daerah dan pelaku koperasi.
"Yang saya maksud adalah pengusaha-pengusaha yang serakah. Kita butuh pengusaha, tapi yang benar. Ini bukan entrepreneurship, ini keserakahan. Ini saya beri nama serakahnomics," tegas Prabowo.
Kecam "Vampir Ekonomi"
Presiden juga menyoroti oknum pengusaha penggilingan padi yang tidak mau mematuhi Harga Pembelian Pemerintah (HPP), serta pengusaha yang menjual beras dengan label palsu dan melanggar etika dagang.
"Saya sudah beri warning sekian bulan. Masa tega? Petani setengah mati, rakyat kita banyak yang susah. Ada yang cari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Itu parasit ekonomi, menghisap darah rakyat, itu vampir ekonomi," ujar Prabowo geram.
Serakahnomics, Mahzab Ekonomi Baru
Prabowo menyindir bahwa perilaku tersebut tak bisa dikategorikan dalam aliran ekonomi mana pun—baik liberal, sosialis, maupun pasar bebas.
"Ini bukan liberal, bukan sosialis, bukan pasar bebas. Ini bukan ekonomi yang diajarkan di fakultas. Ini mahzab baru, ini saya beri nama serakahnomics. Ini tidak perlu kita beri perlakuan baik," tegasnya lagi.
Tegaskan Komitmen pada Petani dan Koperasi
Melalui koperasi Merah Putih, Prabowo ingin mengembalikan peran ekonomi rakyat dalam perekonomian nasional, serta mengurangi dominasi para pelaku usaha besar yang tidak beretika.
Langkah ini sejalan dengan visi Presiden untuk menyeimbangkan pembangunan, memberdayakan petani dan pelaku UMKM, serta melawan praktik ekonomi predatoris yang selama ini membebani masyarakat bawah.*
(cb/j006)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL