Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
JAKARTA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberi perhatian serius terhadap kasus pengoplosan dan pengurangan takaran beras premium yang ditaksir merugikan negara hingga hampir Rp100 triliun.
Dalam rapat koordinasi daring Pengendalian Inflasi Daerah 2025, Tito menyebut keterlibatan perusahaan besar dalam praktik ilegal tersebut.
"Ini ironi besar. Cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog mencapai 4,6 juta ton, tertinggi sejak kemerdekaan. Tapi harga tetap naik. Salah satu penyebabnya adalah distribusi buruk dan praktik curang pascapanen," ungkap Tito, Selasa (22/7/2025).
Tito mengungkap dua modus utama yang digunakan sejumlah perusahaan dalam kecurangan distribusi beras.
Pertama, pengurangan takaran, di mana kemasan 5 kilogram hanya diisi 4,5 kilogram.
"Ini 0,5 kilogram per kantong, kali berapa juta kantong?" tegas Tito.
Modus kedua adalah pengoplosan, yakni mencampur beras premium dengan beras kualitas medium, tetapi tetap menjualnya sebagai produk premium.
"Dan ini dilakukan oleh perusahaan besar. Bayangkan dampaknya," katanya tanpa menyebut nama perusahaan yang terlibat.
Tito juga mengutip pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut para pelaku sebagai "vampir penghisap darah rakyat" karena menambah beban ekonomi masyarakat di tengah situasi melimpahnya stok pangan nasional.
"Rakyat yang harusnya ditolong, justru darahnya dihisap oleh oknum seperti ini," ucap Tito.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat peningkatan jumlah daerah yang mengalami inflasi beras dari 178 menjadi 205 kabupaten/kota pada minggu ketiga Juli 2025.
Tito meminta pemda untuk memanfaatkan data BPS sebagai dasar untuk menganalisis penyebab inflasi.
Daerah seperti DKI Jakarta, Sulawesi Utara, Kalimantan Timur, dan Gorontalo disebut mengalami inflasi cukup tinggi.
"Jangan sampai inflasi di atas 3,5 persen. Data ini harus jadi early warning," tegas Tito.
Selain beras, Mendagri juga menyoroti inflasi komoditas bawang merah dan cabai rawit yang meski bukan makanan pokok, namun sangat memengaruhi kebutuhan rumah tangga harian masyarakat.
"Rempah seperti cabai dan bawang penting bagi masyarakat. Kenaikan harganya bisa berdampak besar," tambahnya.
Tito menegaskan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah dalam pelaksanaan Program Strategis Nasional yang sudah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki kewajiban hukum untuk ikut menyukseskan program tersebut.*
(sp/a008)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA