BREAKING NEWS
Kamis, 16 April 2026

Penyerapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp7,9 Triliun, BGN Percepat Layanan Gizi Nasional

- Selasa, 05 Agustus 2025 20:21 WIB
Penyerapan Anggaran Program Makan Bergizi Gratis Tembus Rp7,9 Triliun, BGN Percepat Layanan Gizi Nasional
Kepala BGN Dadan Hindayana. (foto: tangkapan layar ig kementerianpu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mengumumkan bahwa penyerapan anggaran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp7,9 triliun hingga akhir Juli 2025.

Capaian ini melampaui proyeksi sebelumnya yang hanya memperkirakan realisasi sebesar Rp6 triliun.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BGN Dadan Hindayana dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal II 2025 di Jakarta, Selasa (5/8).

"Alhamdulillah, penyerapan hari ini sudah mencapai Rp7,9 triliun. Padahal kemarin kami memperkirakan sampai akhir Juli hanya akan menyentuh angka Rp6 triliun," ujar Dadan.

Menurutnya, tren positif ini diperkirakan akan terus berlanjut hingga beberapa bulan ke depan, seiring dengan perluasan cakupan program dan percepatan infrastruktur pelayanan gizi di berbagai wilayah.

BGN menargetkan penyerapan anggaran mencapai Rp9 triliun pada Agustus, dan terus meningkat hingga mencapai Rp76 triliun di akhir Desember 2025.

Program ini dirancang untuk menjangkau hingga 75 juta penerima manfaat.

Rinciannya sebagai berikut:

- September: 50 juta penerima manfaat (Rp19 triliun)

- Oktober: 72 juta penerima manfaat (Rp37 triliun)

- November: 75 juta penerima manfaat (Rp59 triliun)

- Desember: Rp76 triliun diserap

"Dari anggaran MBG dalam APBN 2025 sebesar Rp71 triliun, sebesar Rp52 triliun dialokasikan khusus untuk pengadaan makanan bergizi. Kami memperkirakan membutuhkan tambahan Rp24 triliun untuk memenuhi kebutuhan sampai akhir tahun," jelas Dadan.

Selain aspek anggaran, BGN juga mempercepat pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai infrastruktur utama penyaluran MBG.

Hingga saat ini, sudah terdapat 3.338 unit SPPG yang tersebar di berbagai daerah, melayani sekitar 8,2 juta penerima manfaat.

Dalam waktu dekat, jumlah penerima diperkirakan akan menembus lebih dari 10 juta jiwa.

Dadan menyebutkan tiga strategi utama dalam percepatan pembangunan SPPG:

- Kemitraan dengan sektor swasta

- Pembangunan 1.542 unit melalui APBN

- Pembangunan 6.000 unit di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

"Seluruh infrastruktur SPPG kami targetkan rampung pada Oktober 2025, sehingga di bulan November kami bisa fokus pada penguatan pelayanan dan administrasi," pungkasnya.

Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintah dalam mempercepat peningkatan kualitas gizi masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi dan ketahanan pangan nasional.*

(at/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru