Bina Mental dan Fisik, HKA Persiapkan Petugas Layanan Tol Kutepat untuk Arus Mudik Idul Fitri
SUMATERA UTARA Menyambut arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Hakaaston (HKA), operator jalan tol Ruas Kuala Tanjung Teb
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Harga Bitcoin, aset kripto terbesar dunia, mencatatkan rekor tertinggi baru dengan menembus level US$124.000 pada Kamis pagi waktu Singapura, menurut laporan Bloomberg.
Angka ini melampaui rekor sebelumnya sebesar US$123.205,12 yang tercatat pada pertengahan Juli lalu.
Kenaikan tersebut sejalan dengan reli positif yang terjadi di bursa saham Amerika Serikat, khususnya indeks S&P 500, yang mencetak rekor penutupan tertinggi untuk sesi kedua berturut-turut.
Penguatan Bitcoin selama setahun terakhir turut didukung oleh iklim regulasi yang semakin bersahabat di Washington di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump.
Selain itu, perusahaan publik, dipelopori oleh strategi Michael Saylor, semakin meningkatkan permintaan dengan menjadikan Bitcoin sebagai aset cadangan.
Tren ini juga meluas ke aset kripto lain seperti Ether, yang turut mengalami kenaikan signifikan.
Berdasarkan data CoinGecko, kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar US$2,5 triliun, sementara Ether mendekati angka US$575 miliar.
Kedua aset ini menguasai sekitar 70 persen dari total volume perdagangan aset digital secara global.
Kenaikan harga ini mencerminkan optimisme yang meluas di berbagai instrumen keuangan, termasuk saham utama dan aset spekulatif.
Data inflasi Amerika Serikat yang konsisten dengan ekspektasi pasar memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada September mendatang, sehingga memberikan kelonggaran pada kondisi keuangan dan mendorong aliran modal dari saham blue-chip menuju aset digital yang lebih volatil.
Chris Newhouse, Direktur Riset di Ergonia, menyampaikan bahwa korelasi positif antara aset kripto dan saham semakin menguat, terutama pada Ether.
"Sentimen pasar secara umum menunjukkan tren positif," ujarnya.
Sementara itu, permintaan Ether terus meningkat didorong oleh aktivitas treasury korporasi yang mulai aktif, sedangkan Bitcoin didukung oleh masuknya dana melalui produk ETF meski masih menghadapi tekanan teknikal.
Ben Kurland, CEO platform riset kripto DYOR, menambahkan bahwa kombinasi antara inflasi moderat, ekspektasi pemangkasan suku bunga, serta keterlibatan institusi yang semakin besar melalui ETF menciptakan dorongan signifikan pada pasar.
"Yang membedakan reli kali ini adalah kematangan permintaan yang bersifat struktural, bukan sekadar euforia ritel. Pembelian datang dari manajer aset, korporasi, bahkan negara," jelasnya.*
(bi/a008)
SUMATERA UTARA Menyambut arus mudik dan balik Idul Fitri 1447 Hijriah, PT Hakaaston (HKA), operator jalan tol Ruas Kuala Tanjung Teb
PEMERINTAHAN
OlehMichael F. UmbasTIDAK semua pertemuan tingkat tinggi dunia melahirkan sejarah. Banyak di antaranya yang berlalu sekadar menjadi ajang f
OPINI
JAKARTA Pemerintah Indonesia menyepakati perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai b
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama pada Jumat, 20 Februari 2026. Salah satu yang dilanti
NASIONAL
BINJAI, SUMUT Kasus dugaan korupsi di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Ketapangtan) Kota Binjai terus berkembang. Setelah mantan ke
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Konsumen rumah mewah kawasan Kota Deli Megapolitan (KDM), saat ini kecewa. Ini akibat status tanah rumah yang dibeli dengan harga
HUKUM DAN KRIMINAL
BANYUWANGI Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di Pantai Plengkung, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupat
NASIONAL
JAKARTA Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Subholding Upstream Pertamina Regional 3 Kalimantan, meluncurkan Kartu Stop Work Authority (SWA)
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mengalokasikan anggaran sebesar Rp 4,95 miliar untuk pembangunan lift di kantor Dinas Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap modus baru penyimpanan uang suap oleh pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (D
HUKUM DAN KRIMINAL