Geram Perabot Mewah Mendadak Lenyap Usai Sidak, DPR Semprot Kalapas Cibinong: Anda Bohongin Rakyat
JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menegur keras Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto dalam rapat dengar
NASIONAL
JAKARTA - Kenaikan drastis tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di sejumlah daerah menjadi sorotan publik. Di Pati, Jawa Tengah, tarif PBB sempat melonjak hingga 250%, meski kemudian dibatalkan. Sementara di Jombang, Jawa Timur, lonjakan bahkan dilaporkan mencapai 400%.
Ekonom dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) menyebut fenomena ini bukan semata kesalahan pemerintah daerah, melainkan dampak langsung dari menyusutnya Dana Transfer ke Daerah (TKD) akibat efisiensi belanja negara.
"Peran pemda akan cenderung menyusut seiring penurunan TKD, mempersempit ruang fiskal mereka. Ini relevan dengan kasus seperti di Pati," ujar Deni Friawan, ekonom senior CSIS, di Jakarta, Senin (18/8/2025).
Kenapa Tarif PBB Bisa Melonjak?
Menurut Deni, pemerintah pusat kini harus melakukan efisiensi anggaran untuk mengakomodasi program prioritas berskala nasional seperti makan bergizi gratis, pembangunan IKN, dan pertahanan, di tengah komitmen menjaga defisit APBN tetap di bawah 3%.
Efeknya, anggaran TKD dipangkas sehingga pemerintah daerah kehilangan sumber penerimaan utama. Dalam kondisi ini, menaikkan PBB menjadi salah satu jalan keluar yang paling cepat dilakukan.
"Kalau program-program prioritas tetap dipaksakan dalam skala besar, perlu ditinjau kembali desain dan efisiensinya agar tidak menyusahkan daerah," jelas Deni.
"Penerimaan Daerah Kini Kering"
Ekonom CSIS lainnya, Riandy Laksono, menambahkan bahwa efisiensi APBN memang berdampak langsung ke TKD, yang membuat penerimaan daerah "kering" dan mendorong mereka mencari sumber pendapatan alternatif seperti PBB.
"Ini konsekuensi logis dari efisiensi. Daerah enggak punya pilihan selain meningkatkan pajak," ujar Riandy.
Ia juga menyarankan agar pemerintah pusat mengembalikan porsi dana TKD seperti sebelumnya, dan menghentikan pembatasan belanja, terutama untuk kegiatan yang menggerakkan ekonomi lokal seperti perjalanan dinas, pertemuan di luar kantor, dan pembangunan infrastruktur.
"Kalau hotel dan event di daerah hidup lagi, ekonomi daerah juga bangkit. Jangan semuanya disentralisasi ke pusat," tutupnya.
Lonjakan PBB bukan semata soal kebijakan daerah yang ugal-ugalan. Ada masalah struktural fiskal nasional yang membuat daerah makin bergantung pada pajak lokal sebagai sumber pembiayaan. Peninjauan ulang efisiensi dan pemetaan ulang TKD menjadi penting untuk menjaga keseimbangan pusat-daerah, sekaligus mendorong pemulihan ekonomi lokal pasca-pandemi dan tekanan global.*
(j006)
JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI Yanuar Arif Wibowo menegur keras Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putranto dalam rapat dengar
NASIONAL
JAKARTA Relawan pendukung Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang tergabung dalam jaringan Gibranku mengkritik sikap partai politik (pa
POLITIK
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) akan kembali menggelar sidang perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Nomor 01/PHPU.PRESXXIV/20
POLITIK
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Mashudi menjelaskan alasan foto terpidana ka
NASIONAL
JAKARTA Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Plt Dirjenpas) Mashudi mengatakan Ferdy Sambo menjadi salah satu warga binaan ya
NASIONAL
JAKARTA Ombudsman Republik Indonesia (ORI) tidak hadir dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi XIII DPR RI yang membahas temuan fasilitas
NASIONAL
MEDAN Kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Utara pada Senin (28/9/2026) tercatat berada dalam kategori sedang berdasarkan indeks kua
KESEHATAN
TAPTENG Banjir kembali melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah te
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Lapas Kelas IIA Cibinong Wisnu Hani Putanto tetap menghadiri rapat Komisi XIII DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Seni
NASIONAL
BANDA ACEH Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap dua pria berinisial MR alias Cek (20) dan FS (32) yang diduga terlibat penggelapan sep
HUKUM DAN KRIMINAL