BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Harga Bitcoin Melandai Setelah Cetak Rekor All-Time High, Pelaku Pasar Lakukan Profit Taking

Paul Antonio Hutapea - Selasa, 19 Agustus 2025 18:31 WIB
Harga Bitcoin Melandai Setelah Cetak Rekor All-Time High, Pelaku Pasar Lakukan Profit Taking
Ilustrasi. (foto: Kolase by Canva/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Setelah mencatatkan rekor harga tertinggi (all-time high/ATH) di level US$124.198,52 atau sekitar Rp2 miliar pada pekan lalu, Bitcoin kini menunjukkan tren pergerakan yang lebih stabil dan cenderung menurun ke kisaran US$115.000.

Para pelaku pasar tampak memilih untuk melakukan aksi ambil untung (profit taking) usai lonjakan harga yang signifikan tersebut.

Hingga Selasa sore pukul 17.02 WIB, Bitcoin bertahan pada level sekitar US$115.433, turun sekitar 3 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

Baca Juga:

Sepanjang hari, harga Bitcoin sempat menyentuh US$116.466, dan secara year-to-date (YTD), aset kripto ini masih mencatatkan penguatan sebesar 23,5 persen.

Caroline Mauron, Co-Founder Orbit Markets, dalam keterangannya yang dikutip Bloomberg News menyebutkan bahwa pasar saat ini tengah mengalami aksi ambil untung berkelanjutan setelah Bitcoin mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga:

Ia juga menambahkan bahwa "momentum di balik booming treasury kripto mulai menunjukkan tanda-tanda melemah."

Rekor harga tertinggi yang tercipta pada 14 Agustus lalu memicu masuknya arus dana ke Exchange-Traded Fund (ETF) spot Bitcoin, didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga Fed fund rate serta optimisme terhadap regulasi kripto yang lebih bersahabat dari pemerintah federal Amerika Serikat.

Sementara itu, Ether sebagai token kripto terbesar kedua mengalami tekanan harga.

Pada Senin, Ether sempat turun lebih dari 5 persen menembus level di bawah US$4.300.

Pada Selasa sore, harga Ether bertahan di kisaran US$4.283, melemah tipis 0,2 persen dalam 24 jam terakhir.

Harga ini masih sekitar US$100 di bawah rekor tertinggi yang pernah dicapai pada November 2021.

Di sisi lain, sejumlah perusahaan dan entitas kripto terus meningkatkan kepemilikan Bitcoin mereka.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Google Finance Tambah Fitur AI, Pengguna Bisa Tanya Prediksi Pasar Secara Langsung
Perpajakan Aset Kripto di Indonesia: Dari Rp246 Miliar Tahun 2022 hingga Rp1,55 Triliun di 2025
Bisakah Pajak Mengejar Masa Depan?
Pasar Saham Bangkit Tipis, IHSG Naik 0,22% di Awal Perdagangan
Trump Media & Crypto.com Bentuk Perusahaan Treasury Kripto, Fokus ke Token CRO
IHSG Menguat ke 7.934,47 Dipimpin Saham Bank BUMN, Kapitalisasi Pasar Tembus Rp14.278 Triliun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru