Prabowo Beberkan Kekurangan Maung yang Dipakainya, Namun Tetap Pilih Kendaraan Karya Anak Bangsa
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah pengalaman unik saat menggunakan kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad sebagai
NASIONAL
JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa Indonesia tidak akan mengalami krisis moneter seperti tahun 1998 lagi. Menurutnya, pemerintah telah memiliki pengalaman dan pengetahuan krusial dalam menangani berbagai krisis ekonomi sejak tahun 2008 hingga pandemi 2021.
"Kita cukup punya pengetahuan untuk mengendalikan ekonomi. Gak mungkin lagi kita seperti krisis 1998. Kita sudah mengalami beberapa krisis, sudah teruji, dan pengetahuan ini kita pakai di 2008, 2015, 2020, dan 2021 kemarin," kata Purbaya dalam acara Great Lecture di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Kamis (11/9/2025).
Namun, Purbaya tidak menampik bahwa masih ada kelemahan dalam manajemen kas negara. Ia menyoroti fluktuasi besar dana pemerintah yang tersimpan di Bank Indonesia (BI), yang bahkan pernah mencapai Rp 800 triliun, namun tidak segera disalurkan untuk menggerakkan ekonomi nasional.
"Kalau bunganya 7 persen, maka sekitar Rp 56 triliun itu adalah bunga dari uang yang enggak dipakai. Itu pemborosan. Dana-dana itu kan dari utang. Jadi, kalau enggak digunakan, ya mubazir," tegasnya.
Kebijakan Moneter dan Fiskal Dinilai Menyerap Likuiditas
Selain itu, Purbaya juga mengkritik kebijakan moneter dan fiskal yang menurutnya sama-sama cenderung menyerap likuiditas pasar, bukan mendorongnya. Hal ini, kata dia, menyebabkan lambatnya pertumbuhan ekonomi dalam beberapa bulan terakhir.
"Dua otoritas kita (moneter dan fiskal) malah mengeringkan sistem finansial. Akibatnya, ekonomi melambat dan kita semua jadi susah," tuturnya.
Solusi: Guyuran Dana Rp 200 Triliun dari BI ke Perbankan
Sebagai solusi, Purbaya menyarankan agar pemerintah mulai mengalirkan dana dari BI ke sistem perbankan nasional.
"Ini gampang betulinnya. Potong Rp 100–200 triliun dari dana mengendap di BI, masukin ke perbankan. Pertumbuhan uang akan cukup, enggak harus tinggi, tapi cukup di 15–20 persen. Itu bisa membalikkan arah ekonomi kita," ujar Purbaya optimistis.
Pernyataan Purbaya ini sekaligus menjadi peringatan dan ajakan untuk memperbaiki efisiensi keuangan negara, dengan memaksimalkan dana yang ada demi menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih sehat dan berkelanjutan.*
(j006)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengungkap sejumlah pengalaman unik saat menggunakan kendaraan taktis Maung produksi PT Pindad sebagai
NASIONAL
DELI SERDANG Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial DH alias A yang diduga sebagai bandar narkoba di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis, 11 Juni 2026, dengan pelemahan tipis. Pada pembukaan sesi pertam
EKONOMI
JAKARTA Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa tidak a
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyatakan pemerintah akan terus memantau dampak kenaikan harga bahan bakar minya
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Yahya Zaini meminta masyarakat menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terkait pelaksan
POLITIK
MANCHESTER Perhimpunan Pelajar Indonesia di United Kingdom (PPI UK) sukses menggelar PPI UK Olympics 2026, ajang olahraga dan seni terbe
PENDIDIKAN
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) kembali mencatat kemajuan dalam pengembangan sektor minyak dan gas bumi nasional dengan berha
EKONOMI
DELI SERDANG Timnas U19 Indonesia akan menghadapi Australia pada laga semifinal ASEAN U19 Championship atau Piala AFF U19 2026. Pertandi
OLAHRAGA
JAKARTA Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menegaskan anggota Kepolisian Republik Indonesia yang menduduki jabatan sipil di luar kete
POLITIK