BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Menkeu Purbaya Alihkan Rp200 Triliun dari BI ke Bank BUMN, Menperin: Angin Segar Perekonomian

- Jumat, 12 September 2025 09:37 WIB
Menkeu Purbaya Alihkan Rp200 Triliun dari BI ke Bank BUMN, Menperin: Angin Segar Perekonomian
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) dan mengalihkan dana tersebut ke bank-bank BUMN.

Menurut Agus, langkah ini merupakan angin segar bagi perekonomian nasional.

"Berkaitan dengan policy yang akan diambil oleh Pak Purbaya, saya bisa menyampaikan itu angin segar bagi perekonomian," ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/9).

Agus meyakini, kebijakan yang dijalankan Purbaya akan berdampak positif bagi sektor industri manufaktur, terutama dalam memperkuat pemulihan ekonomi di tengah tantangan global.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan dua pilar utama, yakni kebijakan fiskal dan moneter.

Ia mengingatkan pentingnya kecepatan realisasi belanja pemerintah dan pelonggaran kebijakan moneter agar tidak memperlambat pertumbuhan ekonomi.

"Jadi tugas saya di sini adalah menghidupkan kedua mesin tadi, mesin moneter dan mesin fiskal. Nanti saya mohon restu dari parlemen untuk saya menjalankan tugas itu," ungkap Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9).

Sebagai langkah awal, Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait rencana menempatkan dana sebesar Rp200 triliun ke dalam sistem ekonomi nasional.

"Langkah pertama kami jalankan, saya sudah lapor ke Presiden, Pak, saya akan taruh uang ke sistem perekonomian, berapa? Saya sekarang punya Rp425 triliun di BI cash. Besok saya taruh Rp200 triliun," jelasnya.

Purbaya menegaskan, dana tersebut akan difokuskan untuk menggerakkan sektor riil dengan catatan likuiditas yang masuk tidak langsung diserap kembali oleh bank sentral.

Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi.

"Kalau itu masuk ke sistem dan saya nanti sudah minta ke bank sentral jangan diserap uangnya. Biar saja dengan menjalankan kebijakan moneter, kami dari sisi fiskal menjalankan sedikit. Tapi, nanti mereka juga akan mendukung," tambahnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru