Prof Indira Dorong Integrasi Data PPATK, Imigrasi, dan Bea Cukai untuk Deteksi Kejahatan Sejak Dini
JAKARTA Sistem peradilan pidana Indonesia dinilai perlu bekerja lebih terintegrasi untuk menghadapi perkembangan dan kompleksitas kejaha
EKONOMI
JAKARTA – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyambut positif rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menarik dana pemerintah sebesar Rp200 triliun dari Bank Indonesia (BI) dan mengalihkan dana tersebut ke bank-bank BUMN.
Menurut Agus, langkah ini merupakan angin segar bagi perekonomian nasional.
"Berkaitan dengan policy yang akan diambil oleh Pak Purbaya, saya bisa menyampaikan itu angin segar bagi perekonomian," ujar Agus dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/9).
Agus meyakini, kebijakan yang dijalankan Purbaya akan berdampak positif bagi sektor industri manufaktur, terutama dalam memperkuat pemulihan ekonomi di tengah tantangan global.
Sebelumnya, Menkeu Purbaya menegaskan komitmennya untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional dengan mengoptimalkan dua pilar utama, yakni kebijakan fiskal dan moneter.
Ia mengingatkan pentingnya kecepatan realisasi belanja pemerintah dan pelonggaran kebijakan moneter agar tidak memperlambat pertumbuhan ekonomi.
"Jadi tugas saya di sini adalah menghidupkan kedua mesin tadi, mesin moneter dan mesin fiskal. Nanti saya mohon restu dari parlemen untuk saya menjalankan tugas itu," ungkap Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (10/9).
Sebagai langkah awal, Purbaya mengungkapkan bahwa dirinya telah melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto terkait rencana menempatkan dana sebesar Rp200 triliun ke dalam sistem ekonomi nasional.
"Langkah pertama kami jalankan, saya sudah lapor ke Presiden, Pak, saya akan taruh uang ke sistem perekonomian, berapa? Saya sekarang punya Rp425 triliun di BI cash. Besok saya taruh Rp200 triliun," jelasnya.
Purbaya menegaskan, dana tersebut akan difokuskan untuk menggerakkan sektor riil dengan catatan likuiditas yang masuk tidak langsung diserap kembali oleh bank sentral.
Menurutnya, sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci percepatan pertumbuhan ekonomi.
"Kalau itu masuk ke sistem dan saya nanti sudah minta ke bank sentral jangan diserap uangnya. Biar saja dengan menjalankan kebijakan moneter, kami dari sisi fiskal menjalankan sedikit. Tapi, nanti mereka juga akan mendukung," tambahnya.
JAKARTA Sistem peradilan pidana Indonesia dinilai perlu bekerja lebih terintegrasi untuk menghadapi perkembangan dan kompleksitas kejaha
EKONOMI
MEDAN Institut Bisnis dan Komputer Indonesia (IBKI) Medan menghadirkan dua pakar dari Malaysia dalam kuliah umum yang digelar di Aula Ka
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan menerima kunjungan silaturahmi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh di
NASIONAL
BANDA ACEH Ketua Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Aceh Dr. H. Iskandar Muda Hasibuan menilai peningkatan kualitas pendi
PENDIDIKAN
JAKARTA Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai klaim pemerintah akan menerapkan Daru
NASIONAL
JAKARTA Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perl
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Fathimah Azzahra, terlibat perdebatan dengan Kapolres Metr
PERISTIWA
JAKARTA Penyanyi Pradikta Wicaksono atau Dikta resmi menikah dengan kekasihnya, Rachel Florencia atau Rachel Cia. Pernikahan keduanya be
ENTERTAINMENT
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) mendapat alokasi anggaran terbesar dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau RAPBN 2
EKONOMI
MEDAN Sebanyak 13 kepala dinas di Sumatera Utara terseret perkara dugaan korupsi yang ditangani Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korup
HUKUM DAN KRIMINAL