BREAKING NEWS
Minggu, 01 Maret 2026

SPBU Swasta Sepakat Beli BBM dari Pertamina, Bahlil: Memang Harus Setuju

Abyadi Siregar - Jumat, 19 September 2025 16:41 WIB
SPBU Swasta Sepakat Beli BBM dari Pertamina, Bahlil: Memang Harus Setuju
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. (foto: bahlillahadalia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya menemukan solusi atas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan bahwa badan usaha (BU) hilir migas swasta seperti Shell, BP-AKR, Vivo, ExxonMobil, dan AKR Corporindo telah sepakat untuk membeli BBM dari PT Pertamina (Persero).

Kesepakatan tersebut dicapai dalam rapat tertutup di kantor Kementerian ESDM, Jumat (19/9/2025), yang turut membahas krisis pasokan BBM serta implementasi skema "jual-beli" antar badan usaha.

Baca Juga:
"Yang pertama adalah mereka setuju, dan memang harus setuju, untuk kolaborasi dengan Pertamina. Syaratnya, BBM yang dijual ke swasta harus berbasis fuel base, tidak dicampur-campur," tegas Bahlil dalam konferensi pers.

Menurutnya, pihak swasta menginginkan bahan bakar yang belum diformulasikan agar bisa dicampur sesuai standar dan spesifikasi masing-masing perusahaan.

"Ibarat bikin teh, mereka bilang: jangan teh, air panas saja. Jadi produknya itu nanti dicampur di masing-masing perusahaan. Ini solusi," jelas Bahlil.

Untuk menjaga kualitas, pemerintah akan menunjuk joint surveyor independen yang disepakati kedua belah pihak guna menguji mutu BBM sebelum pengiriman.

Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada perselisihan teknis dalam proses distribusi.

"Agar tidak ada dusta di antara kita. Barang sebelum berangkat, ada surveyor yang sama-sama disetujui di sana untuk mengecek kualitas BBM," kata Bahlil.

Selain kualitas, aspek harga juga menjadi perhatian. Pemerintah memastikan bahwa meskipun Pertamina memasok BBM ke SPBU swasta, penetapan harga tetap dilakukan secara transparan dan adil, tanpa merugikan salah satu pihak.

"Kita ingin swasta maupun Pertamina sama-sama cengli. Harus semua terbuka, dan setelah setuju juga terjadi open book. Dan ini teman-teman dari swasta sudah setuju," tegasnya.

Kesepakatan jual-beli BBM antara Pertamina dan BU swasta resmi berlaku mulai hari ini, namun implementasinya masih akan dibahas dalam rapat teknis lanjutan, khususnya terkait ketersediaan stok dan distribusi.

"Insyaallah, paling lambat 7 hari, barang boleh masuk ke Indonesia," ujar Bahlil.

Ia juga memastikan bahwa stok BBM nasional saat ini berada pada level aman, yaitu cukup untuk 18–21 hari ke depan.

Menanggapi tudingan praktik monopoli terkait kebijakan pembatasan impor BBM oleh swasta, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah telah menaikkan kuota impor BU swasta sebesar 10% dari realisasi 2024.

Sayangnya, kuota tersebut sudah habis sebelum akhir tahun.

"Kuota impor telah diberikan 110% dibandingkan tahun lalu. Namun karena habis lebih cepat, maka pemerintah mengambil keputusan untuk tetap memasok lewat Pertamina," ungkap Bahlil.

Menurut data Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kuota tambahan impor BU swasta seperti Shell dan BP-AKR untuk 2025 berkisar antara 7.000–44.000 kiloliter, jauh di bawah tambahan kuota 613.000 kiloliter yang diberikan kepada Pertamina Patra Niaga.

KPPU juga mencatat bahwa pangsa pasar BBM nonsubsidi masih didominasi oleh Pertamina sebesar 92,5%, sementara BU swasta hanya berkisar 1%–3%.

Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi langkah konkret mengatasi kelangkaan BBM yang sempat melanda sejumlah SPBU swasta sejak akhir Agustus 2025.

Diketahui, banyak SPBU non-Pertamina kehabisan stok karena tidak mendapat persetujuan tambahan impor akibat kebijakan baru Kementerian ESDM.

Dengan skema kolaborasi ini, pemerintah berharap distribusi BBM kembali stabil, dan masyarakat tidak lagi mengalami antrean panjang maupun kekosongan pasokan di SPBU.*

(bb/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejagung Dalami Korupsi Minyak Pertamina, Tiga Saksi Diperiksa
PHM Hentikan Liquid Burning, Percepat Target Net Zero Emission 2060 di Lapangan Peciko
Indonesia Baru Kelola 10% Energi Panas Bumi, Bahlil: Sisanya Harus Segera Dimanfaatkan!
Setengah Abad Lapangan Handil, PHM Tegaskan Komitmen Energi Berkelanjutan
Hangga Oftafandany Nahkodai Forum BBM, Siap Perkuat Gerakan Masyarakat Babel
Shell PHK Karyawan Imbas Kelangkaan BBM, Bahlil Bantah: Kuota Sudah Tambah!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru