Survei juga menyoroti pandangan pengemudi terhadap status hubungan kerja dengan perusahaan aplikasi.
Mayoritas responden, yakni 52 persen, tidak mempermasalahkan status sebagai mitra karena fleksibilitas waktu kerja yang ditawarkan.Namun, 33 persen menginginkan status kemitraan yang disertai manfaat tambahan seperti BPJS Kesehatan dan asuransi.
Sedangkan hanya 15 persen berharap diangkat sebagai karyawan tetap, dengan catatan proses seleksi tidak ketat sehingga tidak banyak pengemudi kehilangan pekerjaan.Sebagian besar pengemudi ojol yang menjadi responden berada pada rentang usia 31–40 tahun, diikuti kelompok usia 21–30 tahun, dan paling sedikit usia 41–50 tahun.
Sebagian besar mulai bergabung sebagai driver dalam tiga hingga enam tahun terakhir, khususnya sejak masa pandemi COVID-19.Ada juga pengemudi yang baru mulai dua tahun terakhir, seiring meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan, sejak pandemi hingga kini lebih dari 42 ribu orang terkena PHK.