Berdasarkan survei Harris Poll, 57% Gen Z memiliki pekerjaan sampingan, mulai dari freelance kreatif, bisnis online, hingga content creator.Bagi mereka, side hustle bukan sekadar upaya menambah pemasukan, tapi juga ruang untuk mengekspresikan diri, mengejar passion, dan membangun personal branding yang tak selalu tercermin dari pekerjaan utama.
"Kami ingin pekerjaan utama yang stabil, tapi juga punya ruang untuk membangun diri lewat side hustle," ujar Tania (26), seorang analis data yang juga memiliki bisnis kerajinan tangan daring.Gen Z juga cenderung menolak model kepemimpinan otoriter dan sistem kerja konvensional yang ketat.
Mereka menuntut organisasi yang terbuka, adaptif, dan menghargai keseimbangan kerja-hidup (work-life balance).Fleksibilitas waktu, kebebasan berekspresi, dan pengakuan terhadap keberagaman gaya kerja menjadi faktor penting dalam menentukan loyalitas mereka terhadap perusahaan.
Konsep career minimalism mencerminkan filosofi hidup yang lebih menyeluruh: karier penting, tetapi bukan satu-satunya hal yang menentukan identitas dan kebahagiaan.