BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Rupiah Melemah ke Rp16.634, Dolar AS Menguat Jelang Pidato Pejabat The Fed

Adelia Syafitri - Senin, 22 September 2025 10:12 WIB
Rupiah Melemah ke Rp16.634, Dolar AS Menguat Jelang Pidato Pejabat The Fed
Ilustrasi. (foto: vocazine)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Senin (22/9/2025).

Rupiah terkoreksi 0,20% ke level Rp16.634 per dolar AS pada pukul 09.08 WIB, bersamaan dengan pelemahan sejumlah mata uang Asia lainnya yang menunjukkan kinerja beragam.

Baca Juga:
Melansir Bloomberg, dolar AS menguat 0,12% ke angka 97,76 di tengah pasar yang menantikan pidato para pejabat Federal Reserve (The Fed) pada pekan ini.

Pidato tersebut dinilai krusial karena berpotensi memberikan petunjuk terkait prospek suku bunga AS setelah The Fed melanjutkan siklus pelonggaran kebijakan minggu lalu.

Sejumlah mata uang Asia yang juga melemah antara lain yen Jepang turun 0,17%, dolar Singapura melemah 0,05%, dolar Taiwan terkoreksi 0,37%, peso Filipina melemah 0,07%, dan ringgit Malaysia turun 0,06%.

Sementara itu, beberapa mata uang mencatat penguatan seperti dolar Hong Kong naik 0,05%, won Korea Selatan menguat 0,24%, serta rupee India, yuan China, dan baht Thailand yang masing-masing menguat 0,4%.

Analis Samuel Sekuritas, M. Alfatih, menilai rupiah memasuki masa pelemahan terhadap dolar AS dengan pola teknikal yang memberikan target pelemahan teoritis di kisaran Rp16.657 hingga Rp16.788.

"Penguatan rupiah kemungkinan terbatas di level Rp16.500, namun jika mampu tembus ke bawah Rp16.500, sentimen positif penguatan rupiah dapat muncul kembali," ungkapnya dalam riset pasar.

Kinerja dolar AS pada sesi Asia lebih stabil setelah gejolak pasar minggu lalu menyusul keputusan suku bunga dari The Fed, Bank of England (BoE), dan Bank of Japan (BOJ).

Baca Juga:
Yen terakhir melemah 0,16% ke posisi 148,22 per dolar, menahan kenaikan yang sebelumnya dipicu oleh sinyal hawkish dari BOJ terkait kemungkinan kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, poundsterling turun ke level terendah dua minggu di posisi $1,3458, terdampak oleh lonjakan utang publik Inggris dan keputusan suku bunga BoE yang mencerminkan tantangan kebijakan untuk menyeimbangkan pertumbuhan dan inflasi.

Jane Foley, Kepala Strategi FX Rabobank, memproyeksikan poundsterling akan terus mengalami tekanan hingga musim gugur mendatang, menyebut kondisi fiskal Inggris sebagai faktor utama yang membebani.

Di pasar global, dolar AS melanjutkan reboundnya dari penurunan minggu lalu, naik tipis ke level 97,75.

Euro melemah 0,07% menjadi $1,1738, dan dolar Australia turun 0,02% ke posisi $0,6589

. Di Asia, China mempertahankan suku bunga pinjaman acuan pada September untuk bulan keempat berturut-turut, sesuai ekspektasi pasar.

Yuan pun mencatat penguatan tipis 0,06% ke level 7,1151 per dolar.

Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, dijadwalkan memberikan pidato selama pekan ini.

Baca Juga:
Para investor mengamati dengan seksama pandangan mereka terhadap kondisi ekonomi dan independensi bank sentral AS.

Joseph Capurso, Kepala FX dan Geoekonomi Commonwealth Bank of Australia, menyatakan, "Ada peluang bahwa pidato-pidato ini dapat menjadi pemicu pergerakan pasar mata uang."*

(bi/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Panglima TNI Kagum, Pusterad Tampilkan UMKM dan Pupuk Organik Ramah Lingkungan di HUT TNI Fair
Karang Taruna Batu Bara Resmi Kelola Pelabuhan Ujung Bom, Dorong UMKM Lokal Lebih Berdaya
Mendagri Pimpin Rakor Pemda se-Sumatera di Batam, Bahas Kamtibmas dan Antisipasi Isu Strategis 2025
Harga Emas Pegadaian 21 September 2025: Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Meroket
DPR Usulkan Tax Amnesty, Menkeu: Jadi Insentif Orang Untuk Ngibul
Bobby Nasution Dukung Battle of Engine 2025: Dorong Sport Tourism dan Jauhkan Anak Muda dari Narkoba
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru