BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.605 per Dolar AS

- Selasa, 23 September 2025 09:46 WIB
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.605 per Dolar AS
Ilustrasi. (foto: vocazine)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Nilai tukar rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (23/9/2025), meskipun sentimen eksternal dan domestik masih membayangi stabilitas kurs mata uang Tanah Air.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah menguat 0,03% atau 5,5 poin ke level Rp16.605 per dolar AS pada awal perdagangan.

Penguatan ini terjadi seiring dengan pelemahan indeks dolar AS yang tercatat turun 0,12% ke posisi 97,22.

Baca Juga:
Penguatan rupiah juga terjadi di tengah tren positif sejumlah mata uang Asia lainnya.

Yen Jepang menguat 0,03%, dolar Singapura naik 0,01%, dolar Taiwan menguat 0,12%, peso Filipina menguat 0,09%, dan yuan China naik 0,02%.

Sementara itu, beberapa mata uang regional lainnya justru terpantau melemah.

Dolar Hong Kong melemah 0,03%, won Korea Selatan turun 0,26%, rupee India turun 0,24%, dan baht Thailand melemah 0,1%.

Adapun pada perdagangan sebelumnya, Senin (22/9/2025), rupiah ditutup melemah 0,06% ke level Rp16.612,50 per dolar AS.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih berisiko melemah pada perdagangan hari ini.

Ia memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran support Rp16.600 dan resistance Rp16.650.

Menurut Ibrahim, beberapa faktor eksternal masih memberikan tekanan terhadap rupiah.

Salah satunya adalah ketegangan geopolitik global, termasuk konflik antara Rusia dan Ukraina serta perkembangan di Sidang Umum PBB terkait pengakuan terhadap Palestina sebagai negara.

"Itu yang secara eksternal membuat mata uang rupiah mengalami pelemahan," ujar Ibrahim.

Ia juga menyoroti arah kebijakan moneter Bank Sentral AS.

Ibrahim memprediksi The Federal Reserve (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) pada Oktober 2025, yang dapat memengaruhi aliran modal global dan kurs rupiah.

Dari dalam negeri, Ibrahim menyoroti pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dinilai pasar terlalu bernuansa politis.

Meski tidak merinci secara spesifik isi pernyataan tersebut, Ibrahim menyebut bahwa sikap Menkeu yang lebih fokus pada solusi politik dapat menciptakan ketidakpastian.

"Tapi saat ini kebanyakan Purbaya adalah memberikan solusi-solusi secara politik. Ini yang sangat disayangkan oleh pasar sehingga mata uang rupiah kembali lagi mengalami pelemahan," ujarnya.

Disclaimer: Berita ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual valuta asing.

Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca.*

(bi/a008)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah ke Rp16.634, Dolar AS Menguat Jelang Pidato Pejabat The Fed
Polda Sumut Bongkar Sindikat Penjualan Bayi di Medan, 8 Tersangka Diamankan
Prabowo Dijadwalkan Berpidato di Sidang Umum PBB, Lanjutkan Jejak Diplomasi Sang Ayah
Menkeu Purbaya: Pemerintah Siapkan Skema Insentif Tarik Dana Dolar ke Dalam Negeri
China Buka Jalur Baru Rute Arktik, Pengiriman Lebih Cepat ke Eropa
Rupiah Menguat ke Rp16.381 per Dolar AS, Didukung Stimulus Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru