BREAKING NEWS
Senin, 23 Februari 2026

Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.694 per Dolar AS, Sentimen Pemangkasan Suku Bunga Masih Membayangi

- Rabu, 24 September 2025 09:46 WIB
Rupiah Melemah Tipis ke Rp16.694 per Dolar AS, Sentimen Pemangkasan Suku Bunga Masih Membayangi
Ilustrasi. (foto: vocazine)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Nilai tukar rupiah kembali dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu pagi, 24 September 2025, seiring tekanan eksternal dari dinamika kebijakan moneter global, khususnya prospek suku bunga The Fed.

Mengutip data Bloomberg pada pukul 09.06 WIB, rupiah dibuka terkoreksi 0,04% ke posisi Rp16.694 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan yang terjadi sejak awal pekan.

Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan sejumlah mata uang utama Asia lainnya yang juga mengalami tekanan serupa.

Baca Juga:
Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat tipis 0,07% ke 97,33, menunjukkan ketahanan greenback di tengah spekulasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed).

Tak hanya rupiah, mata uang lain di kawasan Asia juga menunjukkan pelemahan terhadap dolar AS pagi ini:

Yen Jepang melemah 0,09%

Dolar Singapura terkoreksi 0,09%

Dolar Taiwan turun 0,03%

Won Korea melemah 0,03%

Peso Filipina melemah 0,29%

Rupee India terkoreksi cukup dalam sebesar 0,50%

Yuan China melemah 0,02%

Ringgit Malaysia turun 0,03%

Baht Thailand terkoreksi 0,27%

Mengutip Reuters, indeks dolar AS sempat turun mendekati level terendah dalam hampir sepekan, menyentuh 97,198 sebelum kembali naik.

Penurunan nilai dolar AS awal pekan ini dipicu oleh ekspektasi pasar bahwa The Fed akan melakukan dua kali lagi pemangkasan suku bunga acuan masing-masing sebesar 25 basis poin (bps) hingga akhir tahun ini.

Ekspektasi ini muncul meskipun Ketua The Fed Jerome Powell menyampaikan pernyataan berhati-hati dalam konferensi persnya.

Powell menegaskan bahwa bank sentral harus menyeimbangkan risiko inflasi tinggi dengan melemahnya pasar tenaga kerja dalam setiap keputusan kebijakan berikutnya.

"Pernyataan Powell tadi malam menegaskan pendekatan hati-hati bank sentral. Powell mengakui tidak adanya opsi kebijakan yang benar-benar bebas risiko, dengan memperingatkan bahwa pelonggaran yang terlalu dini dapat mengarah pada inflasi, sementara pengetatan moneter yang berlebihan bisa merusak prospek ketenagakerjaan," ujar James Kniveton, Senior Corporate Forex Dealer di Convera.

Kondisi eksternal global yang penuh ketidakpastian membuat rupiah cenderung sensitif terhadap perubahan sentimen pasar.

Terlebih, posisi dolar AS yang masih kuat membuat tekanan terhadap mata uang pasar berkembang, termasuk rupiah, masih akan berlanjut dalam jangka pendek.

Analis memprediksi bahwa selama belum ada kepastian dari arah kebijakan moneter The Fed dan stabilisasi pasar tenaga kerja AS, maka ruang penguatan rupiah akan terbatas.

Namun demikian, intervensi Bank Indonesia dan data ekonomi domestik akan tetap menjadi faktor penyeimbang.*

(bi/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.605 per Dolar AS
Rupiah Melemah ke Rp16.634, Dolar AS Menguat Jelang Pidato Pejabat The Fed
Menkeu Purbaya: Pemerintah Siapkan Skema Insentif Tarik Dana Dolar ke Dalam Negeri
Rupiah Menguat ke Rp16.381 per Dolar AS, Didukung Stimulus Pemerintah
Menkeu Purbaya Alihkan Rp200 Triliun dari BI ke Bank BUMN, Menperin: Angin Segar Perekonomian
Rupiah Dibuka Menguat 0,19% di Level Rp16.430 per Dolar AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru