Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Rinciannya adalah:
- RU II Dumai: 170 MBPOD
- RU III Plaju: 126 MBPOD
- RU IV Cilacap: 348 MBPOD
- RU V Balikpapan: 360 MBPOD
- RU VI Balongan: 150 MBPOD
- RU VII Kasim: 10 MBPOD
Namun, kapasitas yang ada dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri yang terus tumbuh.
Dampak minimnya investasi kilang baru tidak hanya dirasakan dalam angka impor, tetapi juga dalam tingginya subsidi dan kompensasi energi yang dibayarkan pemerintah.
Purbaya mencatat, hingga Agustus 2025, realisasi subsidi dan kompensasi BBM, LPG, serta listrik mencapai Rp218 triliun, naik dari Rp208,4 triliun sepanjang tahun 2024.
Peningkatan ini disebabkan oleh:
- Subsidi BBM: naik 3,5% menjadi 10,63 juta kiloliter
- Konsumsi LPG 3 kg: naik 3,6% menjadi 4,91 juta kg
- Listrik subsidi: meningkat 3,8% menjadi 42,4 juta pelanggan
"Fluktuasi harga minyak mentah dunia, depresiasi rupiah, dan peningkatan konsumsi barang bersubsidi menjadi faktor utama pembengkakan ini," ujar Purbaya.
Purbaya menegaskan, pembangunan kilang baru seharusnya menjadi prioritas nasional, bukan hanya soal efisiensi bisnis.
Jika dibiarkan, ketergantungan terhadap impor BBM akan terus menekan APBN, sekaligus memperlemah ketahanan energi nasional.
"Jika ingin menekan defisit dan menciptakan ekonomi mandiri, sektor energi harus dibenahi dari hulu. Pembangunan kilang adalah kuncinya," pungkasnya.*
(bb/a008)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.