Pergerakan rupiah juga seiring dengan tren bervariasi yang ditunjukkan mata uang Asia lainnya.
Yen Jepang terkontraksi 0,23%, sementara won Korea melemah 0,03%.
Di sisi lain, baht Thailand dan ringgit Malaysia mencatatkan apresiasi masing-masing 0,33% dan 0,07%.
Pengamat pasar keuangan dan Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini dengan potensi ditutup melemah di kisaran Rp16.580 – Rp16.630 per dolar AS.
Menurutnya, pelaku pasar kini tengah mencermati kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat.
"Data ekonomi terbaru dari AS menunjukkan adanya pelambatan inflasi dan pertumbuhan ekonomi, yang membuka ruang bagi The Fed untuk melonggarkan kebijakan moneternya," ujar Ibrahim dalam keterangan tertulis.
Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya mengadopsi nada dovish dan menegaskan bahwa arah kebijakan bank sentral akan sangat tergantung pada data ekonomi terkini.
Sinyal pelonggaran juga datang dari sejumlah pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller yang mendukung pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober. S
ementara itu, gubernur baru, Stephen Miran, mengusulkan jalur pelonggaran yang lebih agresif.