Pernyataan itu disampaikan Helvi saat meninjau pelaksanaan program Help Me Grow di Desa Beluk, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (25/10).
Program tersebut diinisiasi oleh Deputi Bidang Usaha Kecil melalui Asisten Deputi Produksi dan Digitalisasi Usaha Kecil Kementerian UMKM.
"Program Help Me Grow merupakan salah satu wujud nyata transformasi usaha kecil, terutama di sektor produksi berbasis agro dan industri berkelanjutan," ujar Helvi.
Menurut Helvi, inisiatif ini bertujuan membantu UMKM beralih dari proses produksi manual menuju sistem berbasis mesin dan teknologi tepat guna.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data Sistem Informasi Data Terpadu (SIDT) Kementerian UMKM, sekitar 94 persen pelaku UMKM di Indonesia masih menggunakan metode produksi manual atau semi-manual, sehingga efisiensi dan produktivitas mereka belum optimal.
"Program ini tidak hanya memberdayakan masyarakat desa, tetapi juga menciptakan ekonomi sirkular yang sejalan dengan arah kebijakan UMKM hijau," tegas Helvi saat berdialog dengan warga Desa Beluk.
Helvi menambahkan, model kolaboratif seperti Help Me Grow menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM tidak cukup hanya melalui modal, tetapi juga melalui pendampingan, penerapan teknologi, dan penguatan jejaring pasar.
"Kami berharap semakin banyak desa di Indonesia yang mampu menumbuhkan ekonomi lokal berbasis potensi unggulan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari bawah," katanya.
Sementara itu, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro menilai sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah.
Ia menyebut pemerintah kabupaten terus memberikan dukungan konkret, salah satunya melalui bantuan pembiayaan dengan bunga nol persen bagi pelaku usaha kecil.
"Pemkab Pemalang berkomitmen mendorong semangat para pengusaha UMKM agar terus tumbuh dan berkembang. Kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir dan mendukung kegiatan bisnis mereka," ujar Anom.