Prabowo Ungkap Indonesia Kekurangan 268 Ribu Dokter, Daerah Timur Paling Banyak Membutuhkan
JAKARTA Indonesia masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. Presi
KESEHATAN
MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, angkat bicara terkait penolakan sejumlah pedagang di Pasar Petisah terhadap operasi pasar yang dilakukan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sumut.
Operasi pasar ini melibatkan distribusi cabai merah dari Pulau Jawa, dengan tujuan menekan inflasi di provinsi tersebut.
Bobby menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai bentuk intervensi untuk menstabilkan harga cabai di pasar, yang sempat mengalami lonjakan harga yang signifikan.Baca Juga:
Menurutnya, pemerintah telah berusaha untuk meminta kepada distributor agar harga cabai bisa diturunkan, namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Akhirnya, pemprov melalui BUMD melakukan distribusi langsung ke pasar.
"Kemarin kita sampaikan, ini awalnya kita minta pada distributor, makanya distributor jangan bandal kali. Kita intinya untuk mengintervensi harga," ujar Bobby dalam konferensi pers di Medan, Selasa (28/10/2025).
Pemerintah, kata Bobby, menargetkan harga cabai bisa dijual di pasar dengan harga Rp 35.000 per kilogram.
Hal ini dilakukan untuk menekan inflasi, yang sempat meningkat akibat melonjaknya harga cabai.
Bobby menegaskan, kebijakan ini diambil bukan hanya untuk kepentingan segelintir pedagang, tetapi untuk kepentingan seluruh masyarakat Sumatera Utara.
"Yang beli masyarakat bukan hanya segelintir orang. Tapi keseluruhan masyarakat Sumut," tambahnya.
Sementara itu, kebijakan intervensi harga yang diambil oleh pemerintah mendapat sorotan dari sejumlah pedagang di Pasar Petisah.
Mereka mengeluhkan bahwa harga cabai yang ditetapkan pemerintah melalui operasi pasar jauh di bawah harga pasar yang berlaku.
Bahkan, beberapa pedagang mengungkapkan bahwa stok cabai yang mereka miliki sudah dalam kondisi rusak, sehingga mereka merasa dirugikan dengan harga jual yang rendah.
"Kalau dijual segitu, kami pedagang kecil mau makan apa? Modal saja tak kembali. Ini sama saja mematikan usaha kami," keluh salah seorang pedagang di Pasar Petisah, Senin (26/10/2025).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Sumut, Fitra Kurnia, menjelaskan bahwa keluhan pedagang disebabkan oleh mereka yang sebelumnya telah membeli cabai dengan harga yang lebih tinggi daripada Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Fitra mengungkapkan bahwa keluhan tersebut terjadi karena harga cabai yang dijual oleh pedagang adalah cabai gunung (lokal), yang memiliki pasar tersendiri.
Namun, meski ada penolakan, operasi pasar ini tetap dilakukan untuk menekan angka inflasi, yang sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan harga cabai.
"Meski begitu, kegiatan operasi pasar ini akan selalu dievaluasi melihat kondisi harga cabai di Sumatera Utara," ujar Fitra.
Dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi, Bobby Nasution juga melaporkan bahwa dengan penurunan harga cabai, inflasi di Sumatera Utara sudah mengalami penurunan dan tidak lagi berada di peringkat pertama.
Hal ini menjadi salah satu indikasi bahwa kebijakan intervensi harga cabai dapat membantu mengendalikan inflasi yang cukup tinggi sebelumnya.
"Alhamdulillah, Pak Wagub di Rakor Inflasi kemarin, karena harga cabai sudah turun, tidak di peringkat pertama lagi," tambah Bobby.
Ke depan, pemerintah Provinsi Sumut berencana untuk meningkatkan peran BUMD sebagai lembaga penyangga produk hortikultura, termasuk cabai.
Hal ini dilakukan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga komoditas penting seperti cabai dapat terjaga, serta mendukung keberlanjutan usaha para pedagang lokal.
"Untuk langkah ke depan tentunya akan dilakukan langkah penanganan yang lebih baik melalui peningkatan peran BUMD sebagai Lembaga Penyangga Produk Hortikultura," jelas Fitra.
Meskipun kebijakan ini memicu pro dan kontra, pemerintah Sumut tetap berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan, termasuk memitigasi dampak inflasi yang dirasakan oleh masyarakat dengan harga-harga kebutuhan pokok yang melambung tinggi.*
(tm/a008)
JAKARTA Indonesia masih menghadapi persoalan kekurangan tenaga kesehatan, terutama dokter umum, dokter gigi, dan dokter spesialis. Presi
KESEHATAN
JAKARTA Ketua Dewan Perwakilan Daerah atau DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menilai biaya demokrasi di Indonesia masih terlalu mahal. Me
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengecam praktik korupsi dalam anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Prabowo menilai orang yang
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Ratusan murid dari lima sekolah di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari prog
PERISTIWA
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa seluruh barang bersubsidi tidak boleh lagi diperdagangkan secara bebas. Pemerintah
EKONOMI
JAKARTA Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin menyampaikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh mantan presiden yang pernah memimpin Rep
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mendorong agar pembelajaran bahasa asing mulai diajarkan kepada anakanak sejak bangku sekolah dasa
PENDIDIKAN
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto melontarkan sindiran keras terhadap Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listy
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Suasana meriah tampak menyelimuti halaman depan Gedung Pengadilan Tinggi Banda Aceh (PT BNA) pada Jumat pagi, 14 Agustus 2026
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menerima audiensi Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia
PEMERINTAHAN