Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA – Pemerintah menegaskan tidak berniat menutup atau melarang ritel besar seperti Indomaret dan Alfamart.
Sebaliknya, langkah yang dilakukan adalah menata ulang sistem usaha agar tercipta persaingan yang lebih adil bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, Kamis (30/10), menanggapi pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin terkait ancaman ritel modern terhadap ekonomi desa.Baca Juga:
"Pemerintah tidak sedang mematikan Indomaret dan Alfamart, bukan pelarangan, tapi sedang melakukan pemerataan rantai bisnis yang adil," ujar Leon.
Ia menegaskan, ucapan Cak Imin jangan dipahami sebagai larangan usaha, melainkan dorongan agar persaingan di pasar berjalan sehat.
Menurut Leon, sulitnya pelaku usaha kecil bersaing dengan ritel besar menjadi perhatian serius pemerintah.
UMKM, seperti warung kelontong dan usaha lokal lainnya, menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional.
"Jangan hanya hitung berapa orang yang bekerja di Alfamart dan Indomaret, tapi hitung juga berapa toko kecil yang tutup," tegasnya.
Untuk itu, Kemenko PM tengah menyiapkan kebijakan penataan izin operasional minimarket modern di berbagai daerah agar tidak merugikan UMKM.
Leon mencontohkan langkah Pemprov Sumatera Barat dan Pemkot Padang yang melarang pendirian waralaba modern sebagai upaya melindungi usaha lokal.
"Poinnya adalah tentang penataan izin usaha waralaba minimarket modern. Kami ingin pemerintah daerah bisa memproteksi dan memberdayakan UMKM, sekaligus menciptakan keadilan usaha bagi mereka," jelas Leon.
Sebelumnya, Cak Imin menyoroti dominasi Indomaret dan Alfamart yang dinilai menggerus ruang ekonomi pelaku UMKM di desa.
"Retail-retail raksasa ini bahkan membunuh ekonomi rakyat. Termasuk membunuh para pelaku UMKM. Raksasa gurita itu bernama Indomaret dan Alfamart yang membawa ancaman bagi usaha kecil dan menengah," kata Cak Imin, Selasa (28/10).
Cak Imin menambahkan, sejumlah kepala daerah telah menyiapkan regulasi untuk menahan ekspansi bisnis ritel besar agar memberi ruang bagi pelaku usaha lokal.
"Bupati banyak yang khawatir dan membangun perda-perda untuk mengantisipasi dominasi yang kuat dari hilir ke hulu, dari produsen sampai distribusi menjadi satu titik," ujarnya.
Langkah pemerintah ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekonomi, melindungi UMKM, dan memastikan pertumbuhan usaha lokal tetap berkelanjutan di tengah dominasi ritel besar.*
(vo/a008)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN